Saturday, 8 October 2016

BERAGAMA DAN BERNEGARALAH DENGAN BENAR



BERAGAMA DAN BERNEGARALAH DENGAN BENAR

Beragama itu seharusnya mencerahkan dan menggembirakan, bukan malah membutakan dan menakutkan.

Beragama itu seharusnya menyejukkan dan membebaskan, bukan malah memanaskan dan memenjarakan.

Ayat-ayat Al Qur'an itu tercipta untuk menjadi petunjuk dan pedoman hidup orang yang bertaqwa, bukan untuk bahan kampanye dan agitasi propaganda dalam Pilkada.

Tuhan tidak pernah salah dan tak pernah ikut campur dalam persoalan Pilkada, olehnya jangan pernah paksa Tuhan untuk menjelaskan bahwa Surat Al Maidah ditujukan untuk menolak Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Al Quran itu derajatnya lebih tinggi dari konstitusi negara, lebih luas cakupannya dari hanya persoalan bernegara, karenanya Al Quran tidak bisa direndahkan derajatnya dan dipersempit cakupannya hanya untuk membahas persoalan bernegara apalagi hanya soal Pilkada. Cukup konstitusi dan Undang-Undang Pemilu/Pilkada saja yang seharusnya kita jadikan acuan untuk pembahasan soal Pemilu/Pilkada.

Indonesia itu bukan Negara Agama, karenanya tiada satu kitab sucipun yang dijadikan dasar formal bernegara. Bangsa Indonesia sudah sepakat menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai falsafah negara dan konstitusi negara. Itu sebabnya semua persoalan bernegara di Republik ini harus mengacu pada Pancasila dan UUD 1945. Jadi seharusnya sudah tidak ada lagi perselisihan memilih pemimpin Muslim atau Non Muslim.

Indonesia juga bukan Negara Sekuler, karenanya ruh agama menjiwai setiap Sila dalam Pancasila dan menjiwai semangat keadilan dalam menyusun berbagai pasal dalam Konstitusi Indonesia (UUD 1945) yang dapat memenuhi rasa keadilan semua umat beragama di Indonesia. Meski harus dicatat bahwa semua itu tidak bisa disakralkan, karena pemikiran dan persoalan berbangsa dan bernegara selalu berkembang dan memerlukan jawabannya yang tepat. Olehnya amandemen konstitusi tidak diharamkan, bahkan pernah sampai lima kali dilaksanakan amandemen konstitusi.

Semua Founding Father kita yang terdiri dari berbagai kelompok agama dan yang bersusah payah menciptakan sistem negara ini dahulu sudah memahami dengan benar dan bersepakat untuk menegakkan Demokrasi Pancasila, oleh sebab itu jika masih ada yang mempersoalkan Pancasila dan UUD 1945 untuk digantinya dengan sistem agama (apapun agamanya) itu berarti sama dengan mereka telah mengabaikan jerih payah perjuangan para pendiri negara, yang menciptakan sistem bernegara dari pengalaman panjang proses bernegara yang menguras keringat dan darah ! Demikin. Wassalam...(SHE).

Bandung, 8 Oktober 2016.

Saiful Huda Ems (SHE). Penulis dan Pengacara.

Thursday, 22 September 2016

Tentang Saiful Huda Ems (SHE)



Saiful Huda Ems (SHE)

Lahir 20 Maret 1971 di tepi pantai Gresik Jawa Timur.tahun 1984 ia menamatkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Madrasah Ibtida’iyah(MI) Tarbiyatul Wathon di Gresik,untuk kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP dan SMA A.Wahid Hasyim di Pesantren Tebuireng Jombang hingga Tahun 1991

Bersama Sri Bintang Pamungkas,Berlin 1994












Saiful remaja kemudian mengembara ke eropa yakni ke Berlin Jerman mulai dari tahun 1991 s/d 1996.ia memasuki Akademi bahasa di Berliner sprache Institut (BSI),hartnack Schuler Berlin(HSB) di Berlin Jerman Barat,Studien Collage Potsdam Universitaet di Jerman Timur pada Fakultas Jura,serta FU Berlin di Jerman Barat pada Fakultas Politische Wissenschaften.



Selama di jerman ia telah melakukan pengembaraan ke berbagainegara diantaranya Prancis,Belanda dll.serta mempublikasikan berbagai karya tulisnya di Jerman,Belanda dll.tahun 1996 saiful kembali ke tanah air dan kuliah Hukum Tata Negara di Universitas Islam Bandung di Bandung Jawa Barat hingga tahun 2002. 



Dalam perjalanan organisasinya ia pernah menjadi ketua dan pengurus di berbagai organisasi di Jerman  diantaranya yakni,Perhimpunan Pelajar Indonesia se Jerman (PPI),Perhimpunan Pelajar Muslim Eropa(PPME),ICMI    Berlin Jerman.



Sedangkan di Indonesia Ia pernah dan masih aktif di berbagai organisasi yakni,Himpunan Mahasisiwa Islam (HMI)Cabang Bandung,DPD KNPI Jawa Barat,mendirikan Keluarga Mahasiswa Nahdatul Ulama (KMNU),Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI),Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),Partai Hanura di tingkat Provinsi,Himpunan Alumi Jerman bidang politik (Aktif hingga kini),saat ini memilih menjadi Advokat di  ALTERA LAW FIRM tanpa melepas dunia menulis serta aktif menjadi pembicara diskusi atau seminar politik di berbagai tempat.


Bersama Keluarga

ALTERA LAW FIRM

MISTERI CINTA




MISTERI CINTA

Pada wajah dan tubuh yang engkau perlihatkan, jiwaku yang semula terdiam, tak sedikitpun mau beranjak untuk pergi berkelana menyusuri kawasan khayali tempat fikiran dan perasaanku bebas mengekspresikan kehendaknya, kini seakan kembali berdiri tegap dan memandang alam semesta untuk melanjutkan kisah petualangan batinku padanya.

Sebuah petualangan batin dimana masa kecil, masa remaja dan masa mudaku berjalan jauh dan singgah di tempat-tempat suci ataupun di tempat-tempat terlarang yang menjadikanku belajar mengenal dan memahami tentang hakikat sebuah kebenaran dalam kehidupan. Akupun heran dan kemudian bertanya-tanya pada sepi sunyiku sendiri, tentang hubungan dirimu dengan semua ini, namun sebelum lidah jiwaku menuntaskan pertanyaan-pertanyaan itu, awan berarak di angkasa telah memberikan jawabannya melalui kesejukan yang menginspirasi. 

Cinta adalah pasangan jiwa yang dipilihkan oleh Kewibawaan Kehidupan. Keserasian perasaan beserta liku-liku perjalanan batin yang mengikuti Kalam-Nya, akan bertemu di satu titik kepasrahan ruhani yang sama. Dari sanalah naluri akan bertemu naluri, lalu masing-masing indera akan saling bergelayut menempati pasangannya. Setelah semua ini saling melengkapi cinta kemudian tumbuh dengan sendirinya, dan karena itulah cinta sanggup menggetarkan hati meskipun raga tak saling bertaut. Cinta adalah misteri terbesar umat manusia yang mana tiada satu teori dalam ilmu pengetahuanpun sanggup menjelaskannya...(SHE).

POLITIK DAN CINTA





Tenang, tenanglah kekasih hatiku. Jangan bersedih, tersenyumlah, tegakkan dadamu, angkat wajahmu dan berjuanglah bersamaku mendampingi orang-orang lemah yang ditenggelamkan hak-haknya oleh sebagian kecil manusia yang pongah dengan kerakusan duniawinya. Buka kembali buku-buku lamamu yang pertama kali menggugah semangat juangmu, dengarkan kembali petuah-petuah bijak para pendahulumu, maka akan kuatlah tekad juangmu kembali untuk menuntaskan semua perjuangan yang sudah pernah kita lalui.

Politik dengan kelebihan dan kekurangannya adalah jalan satu-satunya untuk menata kehidupan suatu bangsa bersama segenap cita-cita luhurnya, dan kebenaran serta keadilan adalah inkarnasi suci dari Roh Suci yang akan menguatkan jiwamu untuk menghadapi semua badai. Kemari, duduklah disampingku dan mari kita saling menguatkan dalam ketegasan untuk membela dan memperjuangkan bagi terangkatnya nilai-nilai kemanusiaan secara universal.

Jangan pernah pedulikan apa yang akan kita dapat, sebab cinta yang bertahta di hati kita sudah lebih cukup dari semua apa yang dapat diberikan oleh kehidupan.
Kemari, berebahlah di pangkuanku, dan akan ku kisahkan kepadamu tentang perjuangan para pecinta yang merubah dunia dengan seni politiknya yang dikemas dengan bahasa-bahasa syairnya, hingga lawan-lawannya tak sanggup meraba kekuatannya dan merekapun kemudian satu persatu jatuh tanpa dipermalukannya.

Cinta adalah kekuatan tersembunyi bagi para pecinta, dan politik menajamkan laju pergerakannya tanpa siapapun sanggup menghadapinya. Karenanya politisi tanpa cinta adalah pohon tak berakar, senjata tanpa peluru dan pendakwa tanpa kewibawaan. Dan cinta tanpa pengetahuan politik adalah percintaan yang menjauhkan keindahan dari ruh kebenaran dan keadilan.

Berpolitiklah dengan cinta niscaya akan terlihat aura pejuang kemanusiaan pada dirimu sebagai Abdi Tuhan dalam pergumulan intelektual dan spiritualnya. Hidup ini singkat, cepat atau lambat kita akan kembali tiada. Hanya mereka yang berkelana di dunia dengan cinta dan perjuangan politik untuk tegaknya nilai-nilai kemanusiaanlah yang akan dikenang hingga berhentinya pergerakan zaman !...(SHE).

MAULID NABI, NATAL DAN ASAL MUASAL INDONESIA




MAULID NABI, NATAL DAN ASAL MUASAL INDONESIA

Kemarin saya sempat berfikir selama beberapa waktu yang cukup lama untuk memberikan ucapan Selamat Natal yang waktunya hampir bersamaan dengan hari peringatan kelahiran Nabi, atau Malid Nabi Muhammad saw. Lalu sayapun menulis ucapan Selamat Natal yang saya akhiri dengan sholawat atas Nabi Muhammad.

Di tempat yang jauh, di Kota Solo sayapun kemudian tiba-tiba dikejutkan dengan berita, bahwa ada seorang Pendeta yang mengakhiri acara Natal di Gereja dengan melantunkan sholawat atas Nabi Muhammad saw. bersama para jemaatnya sebagai bentuk penghormatannya pula pada rombongan para tamu Mahasiswa UIN Sunan Kalijogo Yogyakarta yang sebelumnya melakukan sholat maghrib berjamaah di Gereja tsb.

Saya berfikir, fenomena kehidupan beragama seperti ini adalah hal yang sangat baik bagi proses kembalinya kehidupan beragama di Indonesia yang penuh semangat toleransi seperti yang berabad-abad terjadi di negeri ini. Jika hal seperti ini terus ditumbuh kembangkan dan dilestarikan, maka pengaruh gerakan predator yang menjelma menjadi pemuka-pemuka agama dengan semangat penyesatan dan pengkafirannya akan mudah dihalau selamanya.

Indonesia negeri yang dicipta untuk menjadi kiblat toleransi kehidupan beragama di dunia. Berawal dari Majapahit yang terdiri dari 9 huruf, Sumpah Palapa Gajah Mada yang nama penggagasnya mempunyai 9 huruf pula, lalu tercipta INDONESIA yang juga mempunyai 9 huruf, kemudian menjadilah Bhineka Tunggal Ika yang diperjuangkan mati-matian oleh Nahdlatul Ulama yang berlambang dunia dengan seutas tali yang disinari 9 bintang.

Kehidupan beragama yang damai, penuh toleransi, saling menghormati dan menghargai adalah kunci untuk memasuki alam hakikat. Dan ketika manusia telah menemukan hakikat dalam hidup dan kehidupannya, ia tak ubahnya sudah seperti Nabi...(SHE).

CINTA DAN CIUMAN




CINTA DAN CIUMAN

Siang yang panas memaksaku untuk melepaskan baju yang melindungi dadaku dari amukan sinar matahari yang ganas mencakar. Tetapi pesona kecantikanmu yang datang membayang di kedua kelopak mataku, seakan telah menjelma menjadi awan berbunga yang menyerupai Mawar Hitam raksasa yang membalik pucat pasihnya langit menjadi teduh. Aku takjub, aku terpesona hingga tanpa terasa tangan jiwaku bergerak bagai angin yang menggetarkan dedaunan di ujung sorot sinar matahari siang. 

Dengan perasaan cinta yang tak lazim, aku kemudian mengumpulkan kata-kata mutiara yang mengendap di dasar kalbuku untuk ku persembahkan kepadamu, kekasih yang dipilihkan oleh gairah jiwaku yang selalu termenung dalam sunyi. Dan ketika ciuman khayali itu mendarat tepat di jantung rinduku yang membuncah, taukah engkau bahwa lorong-lorong jiwaku yang semula gelap tak bercahaya kini tiba-tiba menjadi terang menyala, laksana Kota Kehidupan yang memikat hati para pengendara jalanan yang melintasi bebukitan, yang takjub dengan pesona lampu-lampu temaramnya. 

Demikianlah, ciuman sang rupawan tak ubahnya adalah anggur kesegaran bagi pecinta yang dimabukkan oleh rindu beratnya. Dan karena ciumanlah jiwa yang semula panas dan gersang akan kembali menemukan hujan inspirasi. Cinta selalu membangkitkan kekuatan, dan ciuman adalah bunga-bunga keceriaan yang akan mempermanis Kebun Kehidupan...(SHE).

JIKA KAUM NASIONALIS DAN ISLAM MODERAT BERSATU




Awal tahun 80 an adalah awal kembangkitan kembali perjuangan ideologis para aktivis pergerakan Indonesia. Rezim Soeharto yang saat itu sangat susah untuk dilawan dan ditumbangkan, membuat para Aktivis Pergerakan Mahasiswa/Pemuda Indonesia mencoba melakukan berbagai gerakan dengan inisiatif-inisiatif cerdasnya sendiri. Kawan-kawan Nasionalis misalnya, mencoba menghidupkan kembali Ideologi Marhaenisme yang tiada lain merupakan pokok-pokok pikiran Bung Karno. Mereka ini biasa disebut Kelompok Nasionalis Soekarnois.

Sedangkan kawan-kawan NU (Nahdliyin) dengan kreatifnya juga mencoba menghidupkan kembali pikiran-pikiran kritis dari tokoh-tokoh revolusioner dunia seperti Marx, Lenin, Che Guevara dll.nya, yang dipadukannya dengan pikiran-pikiran kritis dari para tokoh intelektual dan spiritual Islam Iran seperti Ali Syari'ati, Imam Khumaini dlsb. Kelompok ini biasa dikenal dengan sebutan Aktivis Kiri Islam.

Kemudian yang terakhir adalah teman-teman Alumni Timur Tengah yang diam-diam melalukan kaderisasi di Masjid-Masjid Kampus, di pengajian-pengajian kecil, terbatas dan tertutup dlsb. Kelompok terakhir ini biasa disebut dengan Aktivis Dakwah Kampus yang kalau ditelusuri ujungnya ada di LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang berpusat di Jakarta.

Situasi pergerakan politik melawan Rezim Otoriter Soeharto yang dilakukan secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi atau gerilya itu, tentu saja sangat menyulitkan bagi pihak pemerintah Soeharto untuk memonitornya. Olehnya dalam hitungan waktu yang tidak begitu lama pergerakan aktivis yang mulai marak bagai tumbuhnya jamur di musim hujan ini telah membuat Soeharto terdesak, hingga Soeharto merasa perlu untuk merangkul kekuatan Islam, sebagai siasat untuk mengelabuhi dan membendung perlawanan rakyat yang sudah semakin kritis dan militan dalam menghadapi rezimya.

Maka di awal tahun 90-an ketika sejumlah Mahasiswa Universitas Brawijaya (UNIBRAW) Malang berinisiatif untuk mengadakan Seminar Nasional yang melibatkan nama-nama besar tokoh Islam di kampus-kampus dan di institusi-institusi pemerintahan, ditanggapi dengan penuh semangat oleh Rezim Soeharto yang pada akhirnya terbentuklah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

ICMI pada awalnya adalah sarana bagi bertemunya aspirasi tokoh-tokoh politik Islam dengan Pemerintah Soeharto. Ada banyak cita-cita luhur yang terpendam disana untuk bangkit, maju dan beradabnya Republik Indonesia sebagai Negara yang berpenduduk mayoritas Islam terbanyak no 1 di dunia. Akan tetapi seiring dengan perjalanannya, tokoh-tokoh politik Islam sebagian besar yang bergabung disana tidak dapat mengendalikan syahwat politik berkuasanya, maka runtuhlah kemudian nama besar ICMI justru disaat menjelang kejatuhannya Rezim Soeharto di Tahun 1998.

Pengaruh ICMI dan tokoh-tokoh islam yang bergabung disana mulai memudar, muncullah kemudian kekuatan pengaruh Politik Gus Dur atau KH. Abdurrahman Wahid dengan gerbong Nahdlatul Ulama (NU) nya. Singkat kata Gus Dur pun tampil sebagai satu-satunya Pendekar Politik yang tiada lawan tandingnya. Gus Dur menang dalam pergulatan panjang dialektika politik di Indonesia. Gus Dur jadi Presiden RI IV menggantikan Soeharto namun sayangnya gerakan yang dimulai di tahun 80 an, yang diam-diam merayap di masjid-masjid kampus, yakni mereka yang biasa disebut sebagai Aktivis Dakwah Kampus telah disusupi para misioneris gerakan Wahabi Takfiri.

Mereka kemudian menjadi sosok-sosok yang mudah mengkafirkan orang, tak terkecuali mengkafirkan Gus Dur pula yang merupakan seorang Ulama ternama Indonesia yang sudah kenyang merasakan pahit getirnya perjuangan. Gerakan mereka ini kemudian bertemu dan menyatu dengan para pencoleng politik di Senayan, lalu kemudian menghasut Kaum Nasionalis Soekarnois untuk menjatuhkan Presiden Gus Dur. Maka tampillah kemudian Megawati sebagai Presiden RI V menggantikan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dari sinilah kemudian perjuangan ideologis telah selesai.

Tahun demi tahun telah berlalu, muncullah kemudian Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden RI VI yang baru. Dibawah kepemimpinan presiden yang berlatar belakang serdadu ini kelompok-kelompok ekstrim tumbuh subur dan terpelihara. Aktivis-aktivis Dakwah Kampus yang sudah berubah menjadi politisi senayan dan elit-elit Partai Politik seperti PKS mulai melebarkan sayap-sayap pergerakannya melalui pembentukan-pembentukan Ormas Islam ini itu yang kesemuanya meneriakan jargon-jargon politik yang sama. Mereka semuanya menjadi haus darah dan haus fitnah.Kelompok seperti inilah wujud nyata dari Wahabi Takfiri yang sebenarnya.

Aroma pergulatan ideologi mulai terasa kembali, namun alam tanpa kita duga telah bekerja dengan sendirinya, presiden SBY pelindung Ormas-Ormas yang berlumuran darah di mulutnya diganti dengan anak desa, lugu dan bersahaja, dialah Presiden RI VII Joko Widodo (Jokowi) yang sangat dicintai rakyatnya. Dengan ketajaman naluri berpolitiknya ia rangkul kekuatan Islam Nusantara dan dipertemukannya kembali dengan kekuatan Nasionalis Soekarnois dengan atau tanpa persetujuan Megawati Soekarno Putri, pemimpin yang tahan lama dan tahan banting di partainya sendiri.

Kini Rakyat Indonesia yang Nasionalis dan Islam Moderat sudah berbaur menjadi satu, tanpa jarak dan tak pernah lagi saling mengganggu. Jika ada yang masih ingin memisahkan persatuan kedua ideologi (Nasionalis dan Islam) yang dahulu sanggup membuktikan terwujudnya Indonesia Merdeka ini, silahkan saja bergabung dengan mereka, manusia-manusia purba, tuna sejarah, yang masih bermimpi ingin merubah Indonesia sebagai Negara Khilafah. Salam !...(SHE).

Bandung,28 Desember 2015

Penulis: Saiful Huda Ems (SHE). Adalah Alumni Pesantren Tebuireng Jombang (1984-1991), dan Mantan Aktivis Pergerakan '98 yang saat ini aktif sebagai pengurus pusat Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) Bidang Politik dan Pemerintahan.

JALAN MENUJU KEHORMATAN





JALAN MENUJU KEHORMATAN

Dialah kenangan terindah yang dianugerahkan oleh kehidupan ketika jiwaku kerap bercakap-cakap dengan senja yang membisikkan rintihan-rintihan manisnya. Dan dialah awal dari gerak jiwaku untuk menulis hikayat cinta, dimana nafsu angkara dan kesadaran bertarung tanpa jeda dalam hatiku yang berdiam kebesaran cintaku padanya.

Penderitaan dan kebahagiaanya adalah laksana irama musik yang mengiringi penulisan karya-karyaku, dan rasa kasih sayangnya yang tinggi membuatku menemukan pencerahan baru yang menjernihkan tekad penulisan yang didorong oleh rasa cinta dalam jiwaku.

Pada dinding tinggi yang memisahkan jarak ragaku dengan raganya ku lukis setiap saat wajahnya dengan air mata dan keringat pengorbananku padanya, yang kemudian ku lebur bersama Tulip Merah hingga menjadi warna yang indah. Dan di bawahnya ku cantumkan bait-bait syair kerinduanku yang dalam untuk kembali meraba wajahnya.

Ia adalah semilir angin yang menidurkan kegundahan batinku dengan halusnya, gemercik rintik-rintik hujan yang menyegarkan taman jiwaku dengan kata-kata lembutnya, sinar mentari yang menghangatkan dingin jiwaku dengan kerling matanya yang bercahaya.

Aku sangat mencintainya dan berharap selalu mendaki puncak kehidupan bersamanya, akan tetapi manakala ku lihat cakrawala pengetahuan cinta menitikkan air mata keprihatinannya, ku urungkan semuanya dan kemudian ku pilih kesabaran sebagai satu-satunya jalan menuju kehormatan...(SHE).

DUA SAYAP RAJAWALI




DUA SAYAP RAJAWALI

Jujur saja saya akui, sampai saat ini saya itu masih sebagai pengikut Sunni, namun kalau saya cermati penyikapan para pengikut Syiah terhadap situasi sosial dan politik yang terjadi di dunia akhir-akhir ini jauh lebih dewasa, tajam membuat analisa dan cerdas dalam memberikan respon intelektual dan fisikalnya dibanding dengan para pengikut Sunni sendiri, khususnya yang ada di Indonesia.

Para pengikut Sunni, apalagi yang di Arab Saudi, lebih sibuk mencaci maki orang lain dan tidak secara gentle mengakui kesalahannya sendiri. Situasi yang seperti ini mengakibatkan para pengikut Sunni tidak kreatif, cenderung fatalis dan tidak melakukan trobosan politik apapun, apalagi berinovasi dalam sisi sains dan tekhnologi. 

Sedih sekali mengamati kenyataan ini. Padahal Sunni dan Syiah itu ibarat dua sayap Rajawali yang mengepak, bagaimana Rajawali Islam dapat take off jika salah satu sayapnya patah? Semoga kita semua dapat segera memperbaiki keretakan sayap perjuangan ini. Salam...(SHE).

KITA




KITA

Oh dunia ini penuh kepalsuan
Tak ada lagi yang tersisakan
Kehidupan kering kerontang
Jiwa retak hancurlah iman...


Kebenaran membisu di kalbu
Kisah pilu habiskan waktu
Resah hati diri menggerutu
Tiada tawa binasakan duka...

Semestinya kita manjaga dunia
Menangkis maju tanpa jeda
Tiada harap surga tiada takut neraka
Hanya pada Tuhan kita berderma...

Ini tangan jiwaku jabatlah mesra
Genggam janjiku kita bersaudara
Beda pilihan tujuan sama
Kelak kita kan berjumpa tanpa AKU melainkan KITA...(SHE)

KITA SEMUA SAMA




KITA SEMUA SAMA

Cino, Jowo, Sundo, Meduro, Batak, Dayak, Bule, Arab, Negro ya sama saja. Semuanya punya potensi untuk berbuat baik maupun batil atau dzhalim. Karena itu Tuhan tidak pernah melihat manusia itu dari sukunya atau rasnya atau warna kulitnya, tetapi dari sisi ketaqwaannya.

Apa itu pengertian Taqwa? Taqwa adalah dia yang selalu menghadirkan Tuhan dalam jiwanya, karenanya dia yang bertaqwa selalu waspada dalam hidupnya, tidak enteng dalam berbuat kejahatan namun selalu tergerak jiwanya untuk berbuat kebaikan. 

Orang yang bertaqwa perangainya indah dan dapat diibaratkan seperti kupu-kupu, yang tidak hinggap di tempat-tempat yang kotor tapi di tempat-tempat yang bersih dan harum seperti bunga. Sedang manusia yang buruk/jahat perangainya dapat diibaratkan seperti lalat yang senang hinggap ditempat-tempat kotor atau penuh kebusukan.

Wallahu a'lam bissawab...Salam cinta kasih dan perdamaian untuk seluruh umat manusia. Salam !...(SHE).

SYAHWAT DAN MAKRIFAT




SYAHWAT DAN MAKRIFAT

Sembunyilah jika engkau ingin terus bersembunyi, tetapi cinta yang hidup dengan ketajaman indera penglihatan dan kepekaan nalurinya akan selalu mengelilingi adamu dengan kasih sayangnya tanpa dapat kau raba.

Telah ku titipkan semua perasaan rinduku pada cabang-cabang semesta dimana pada Keabadian ku pasrahkan, kelak Bulan Purnama akan menyampaikan seluruh isi hatiku padamu melalui cahayanya yang menawan.

Aku kehilangan kasih sayangmu yang melimpah, tetapi nyata cinta di dalam lubuk hatiku tampil menjadi guru yang mendidik usiaku untuk berani memimpin jiwaku menenggelamkan ketinggian hati pada Laut Tak Berpantai.

Kilasan peristiwa cinta melipat tahun-tahun yang dipenuhi syahwat masa muda, bila embun-embun penghayatan tak melumuri daun hati tempat menengadahnya spiritualitasku pada Matahari Kebajikan di atas sana, makrifat hanyalah cita-cita besarku yang sia-sia dan menghilang di masa tua...(SHE).

BULAN BANI HASYIM





BULAN BANI HASYIM

Lelaki tampan wajahnya teduh, tutur katanya lembut, bijaksana serta pemberani dalam menghadapi maut. Sejarah mencatat namanya sebagai Abul Fadhl Abbas, seorang ksatria dalam peristiwa Karbala yang dikenal sebagai pengawal setia Imam Husein as.

Bila ia berjalan wajahnya seperti memancarkan cahaya rembulan, maka orang-orang menyebutnya sebagai Qamar Bani Hasyim atau Bulan Bani Hasyim. Ia adalah putra Imam Ali as, dan yang termasuk salah satu putra yang mewarisi ketinggian derajat ilmu dan kebijaksanaan ayahnya, Ali bin Abi Thalib.

Dunia mengenal kisah perjuangan spektakuler Imam Husein dan komandan perangnya dalam peristiwa Kebangkitan Karbala ini, yakni Abul Fadhl Abbas, hingga para ahli strategi perang dunia merasa malu dan segan untuk mengajari Kaum Muslimin dalam soal menjaga moralitas pasukan saat berperang.

Pasukan kecil melawan pasukan besar, dan meski darah berkucuran, serta nyawa melayang tetapi saksikanlah, bahwa keyakinan dan kebenaran tetaplah tak bisa dikuburkan oleh para Penguasa Tiran.
Abul Fadhl Abbas Ksatria Karbala, penanggung jawab keselamatan Imam Husein, pelindung para wanita, anak-anak dan pasukan yang terluka. Ketika semua orang mengalami rasa haus dan lapar yang sulit ditahan, ia menerobos ke jantung pasukan lawan dengan gagah berani.

Ia menerjang dan terus menerjang seperti kilat yang menghantam gurun, hingga akhirnya sampai di tepi Sungai Eufrat yang dituju untuk mengambil air dari sungai yang akan ia berikan kepada para wanita, anak-anak dan pasukannya yang terluka. Namun ketika ia membalikkan badan untuk kembali menuju ke tenda, ribuan pasukan musuh telah mengepungnya.

Abul Fadhl Abbas mereka dekatinya dan memotong tangan kanan Abbas hingga tinggal sebelah. Abbas tidak menyerah maka diangkatlah tempat air itu dengan tangan kirinya. Musuh pun belum puas lalu memotong lagi tangan kiri Abbas, namun Abbas tetap tak menyerah maka digigitlah tempat air itu untuk dibawanya pergi.

Tenda sudah hampir terlihat di depan mata, tetapi pasukan musuh yang mengejarnya memanah Abbas dengan ribuan anak panah hingga Abbas menemui syahidnya dengan gagah.
Abul Fadhl Abbas Mujahiddin Karbala, teladan kesejatian seorang sahabat dan saudara yang setia dengan ikrar janjinya.

Abul Fadhl Abbas lambang pribadi jernih yang mewarisi keteladanan Nabi dan Sayyidina Ali. Dialah salah satu sahabat pemikul tugas dan risalah yang berani mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan kebenaran yang diyakininya...

Bulan Bani Hasyim telah menghilang di Langit Keheningan. Tetapi cahaya kebenaran yang pernah dipancarkannya tak kan pernah redup di pikiran dan hati para pecinta Nabi dan Ahlul Baitnya...(SHE).

Wednesday, 21 September 2016

CINTA DI UJUNG SENJA




CINTA DI UJUNG SENJA

Dan inilah tahun-tahun terakhir dari pengembaraan batinku bersamamu untuk melanjutkan perjalanan sunyi menuju Istana Kearifan tempat Cinta bertahta tanpa batasnya, Oh Ismanda. Dan ku berharap setelah ini tiada lagi keringat dan air mata tumpah untuk tegaknya Menara Kesetiaan yang selama ini kita bangun dengan susah payah.

Aku telah memilih hidup bersama Roh Suci untuk dapat mengaliri lembah-lembah kenangan masa lalu kita yang kering dan gersang dengan Air Kemuliaan-Nya, dan menyemikan kembali benih-benih tanaman hikmah perjalanan kisah cinta kita yang layu di ujung senja. Aku akan melepaskan tangan jiwaku yang selama ini memeluk jiwamu dengan erat, hingga kini kau bebas mencumbui pesona alam bersama kedua sayap jiwamu yang menawan.

Kau selama ini bagiku adalah pelita hati yang mengiringi jiwaku memasuki lorong-lorong gelap tak bertepi, dan ketika ku lihat sebuah celah bercahaya ku tuntun engkau untuk segera keluar melaluinya. Tetapi aku memilih tetap tinggal sendirian di lorong kegelapan tanpa penerang, sampai kemudian waktu demi waktu silih berganti mengajariku untuk dapat hidup menjadi manusia khidmat.

Begitulah cinta mendidik jiwaku dengan kemisteriusannya, dan aku mulai sedikit dapat melihat benih-benih hikmah tumbuh bersemi di balik keagungannya. Aku kehilangan dirimu namun harum aroma cinta kita yang menjelajahi alam kehidupan sanggup melayangkan imajinasi-imajinasi syairku memasuki Taman Surga-Nya...(SHE).

KENIKMATAN DALAM KESEDERHANAAN




KENIKMATAN DALAM KESEDERHANAAN

Banyak orang yang mencari kenikmatan hidup dengan bermewah-mewahan, salah satunya adalah mencari makanan-makanan mahal di restoran, tidur di hotel-hotel berbintang, beli-beli pakaian serba mewah dan masih banyak lagi hal lain yang dianggapnya akan dapat membuat nikmat hidupnya.
Bukan berniat menyombongkan diri, bahwa saya pernah mengalami semua itu, entah itu dari uang sendiri atau dibayari oleh orang lain, saudara, teman, bos dll.nya. Saya pernah makan makanan termahal di restoran-restoran mewah dari yang ada di Indonesia hingga yang ada di kota-kota di Jerman, Perancis, Belanda dll.nya. 

Saya pernah dan sering makan apa saja yang saya inginkan dan menyantapnya satu meja dengan Walikota, Gubernur, Menteri atau Ketua MPR RI sambil berdiskusi tentang keadaan negeri di tempat yang sangat tertutup. Saya pernah, bahkan sering tidur di hotel-hotel bintang 5 baik di Indonesia maupun di Eropa, saya pernah mengalami masa dimana hampir tiap seminggu sekali saya belanja pakaian-pakaian mahal dengan berbagai merk terkenal baik yang ada di Mall-Mall di Indonesia maupun di Eropa.

Namun pada kenyataannya, sungguh ini tidak mengada-ngada, justru saya malah sering mendapatkan kenikmatan hidup itu bukan disaat seperti itu, tapi disaat saya hanya makan jagung bakar bersama teman-teman seperjuangan atau saudara-saudara yang jagungnya kami bakar sendiri. Justru saya merasakan nikmatnya makan itu ketika seperti pagi ini saya menyantap gorengan tempe agak gosong dengan cabe yang pedas di rumah sendiri. Justru saya merasakan kenikmatan hidup itu ketika saya menanam berbagai tanaman di sekitar rumah saya dan menyiraminya setiap saat.

Justru saya merasakan kenikmatan hidup itu disaat saya minum kopi hasil adukan sendiri dan saya minum sambil merokok Marlboro di pinggir jalan di perkebunan Teh Lembang. Justru saya merasakan kenikmatan hidup itu disaat saya tidur dengan tangan kanan merangkul anak kecil saya dan tangan kiri merangkul anak besar saya di rumah sendiri. Justru saya merasakan kenikmatan itu disaat saya belanja-belanja sandal murah dan aneka barang-barang murah lainnya di pasar tumpah di Cikutra dan makan Lontong Kare yang hanya Rp. 8000,-. Justru saya menikmati hidup itu disaat saya mengimami sholat keluarga dan setelah mengaji Al-Qur'an bersama lalu kami saling berbincang dan bercanda satu dengan lainnya antara saya, istri dan anak-anak sendiri.

Justru saya merasa menikmati hidup itu ketika saya membaca berbagai buku sambil minum kopi hitam yang agak pahit dan bisa berdialog imajinatif dengan para penulisnya. Justru saya menikmati dan merasakan kedamaian hidup itu disaat saya masih bisa leluasa bernafas seperti ini, mendengar kicauan burung yang mencumbui pagi, menghirup udara segar, bisa membaca informasi keadaan negeri sendiri dan dunia, lalu menulis artikel politik dan buku-buku novel tentang cinta, filsafat, politik dan agama.

Kesederhanaan adalah awal dari kearifan hidup.

Alhamdulillahirobbil alamin...(SHE).

JIWA ANGGUN DALAM HATIKU




JIWA ANGGUN DALAM HATIKU

Siapa sesungguhnya engkau, wahai jiwa yang begitu tenang berdiam dalam hatiku dan yang selalu berbicara dengan keheningan senyapnya?
Mengapa tiap ku lihat bibirmu jiwaku seperti kau ajak berkelana di indahnya cahaya purnama?

Siapa sesungguhnya engkau, wahai wajah anggun yang bersandar di dada harapanku dengan manja?
Mengapa teduh cahaya matamu selalu menenggelamkan perasaanku pada deru ombak samudera yang menyenandungkan nyanyian jiwaku di kesunyiannya? 

Siapa sesungguhnya engkau, wahai jiwa yang mengguncangkan dada dan menyulut getar-getar hatiku untuk bersuara, hingga berirama seperti suara violin yang dimainkan oleh musisinya? 

Betapa ku ingin engkau selalu berada di sisiku, dan menemaniku menulis sebuah kisah tentang hakikat kehidupan yang ku temukan dari pengembaraan batinku yang diterangi cahaya wajah kecantikanmu disana...(SHE).

KAULAH INSPIRASIKU




KAULAH INSPIRASIKU

Tidakkah kau lihat dan dengar betapa cinta dengan keajaibannya telah memasuki lubuk hatiku yang terdalam, lalu dengan kelembutannya ia mengajariku untuk menyusun bahasa-bahasa yang tercipta dari renungan-renungan batinku yang memuja keindahanmu disana? Dengan uniknya pula bunga-bunga harapan yang bermekaran berjatuhan di atas tulang-tulang rusukku, dan rindu yang membuncah kemudian bertemu suara jantung jiwaku yang berdegub, hingga kesemuanya menjadi irama merdu seorang pecinta yang menyanyikan lagu-lagu kasmaran dari relung sukmanya.

Perempuan rupawan yang dianugerahi Tuhan dengan berbagai pesona dalam dirinya sepertimu, adalah anggur kesegaran ruhani yang dapat memupus dahaga cinta bagi jiwaku yang kerap berkelana di belantara biru untuk menemukan kesejatiannya. Namun pergulatan batin yang mempertarungkan dua keadaan antara harapan dan kenyataan, malah kerap melemparkan jiwaku ke dalam jurang kesedihannya yang memilukan. Tak ada teman sejati yang dapat ku temui setelah itu, selain kesendirianku sendiri yang mendekap sunyi.

Maka inilah diriku, cinta. Lelaki petarung yang melemparkan pedang perlawanannya untuk menggantinya dengan pena, sebagai perlambang memasuki dunia baru melawan kejahatan dengan tulisan yang diilhami dari perasaan cinta. Sebuah perasaan cinta yang tumbuh bersemi dari penghayatanku akan nilai-nilai kelembutan dan kehalusan akal budi yang terlihat dari aura wajahmu, dan yang selalu menepuk pundakku dengan mesranya saat nafsu untuk berperang berkecamuk dalam dadaku. Kau adalah perempuan anggun yang datang untuk menginspirasi gerak juangku dengan seni perlawanan yang sarat muatan cinta dan keindahan !...(SHE).

KEAGUNGAN CINTA





KEAGUNGAN CINTA

Apabila cinta mulai bicara, dengar dan ikuti apa yang dikatakannya. Sebab cinta mempunyai pengetahuan yang lebih dalam dari apa yang didapat oleh petualangan pikiran, ketajaman penglihatan mata ataupun kemahiran pergerakan lidah manusia. Cinta adalah kebijaksanaan hati yang tak dicari, tak diduga melainkan hadir sendiri dengan kewibawaan-Nya.

Apabila cinta sudah mulai bicara, maka cinta akan segera memimpin seluruh inderamu, dan memerintah atas semua keinginanmu. Kemanapun engkau pergi, cinta akan menampakkan dirinya melalui penglihatan mata batinmu. Ia akan terus membimbing langkahmu dan membeningkan hati sanubarimu...

Pikiran, mata dan lidahmu dapat berpaling dari cinta, namun hatimu akan segera menyingkap tabir kebenaran cinta, yang menjadikan jiwamu mengagungkan dirinya. Cinta adalah penghubung jiwamu dengan Jiwa Tuhan !...(SHE).

YANG DITINGGALKAN YANG DIRINDUKAN




YANG DITINGGALKAN YANG DIRINDUKAN

Berawal dari keinginan untuk sama-sama melawan kesepian yang menyekap perasaan-perasaan kita di padang ilalang kebisuannya, sebuah dunia tanpa udara, matahari dan rembulan mempertemukan cinta kita untuk menjadi bintang-bintang penerang di langit khayali. Semua bahasa yang tercipta dari percikan rindu yang menggebu-gebu untuk bertemu, menjelma menjadi bait-bait syair yang membebaskan jiwa kita dari kungkungan kesepiannya.

Aku memuja kecantikanmu beserta kejernihanmu dalam memandang dan menyikapi kehidupan tanpa terpengaruhi oleh gemerlap duniawi yang menyilaukan mata hati kita dari Kesejatian-Nya, engkaupun demikian memuja seluruh keadaanku tanpa ku harus tahu. Lalu saat kita tengah bersama-sama menempuh perjalanan hidup yang sedemikian jauh, kita dikejutkan kembali terhadap kenyataan hidup yang tak mudah diurai. Kita sama-sama menjaga sayap jiwa kita agar tak patah hingga penderitaannya kelak akan menyiksa kita, sampai kemudian kita memilih untuk berpisah selamanya meski pasti kesedihan akan menjadi kutukan bagiku tanpa ku tahu batas akhirnya.

Betapa ku tahu kenyataan ini telah meracuni semangat kehidupanku selama ini. Mimpi-mimpi penerbangan batinku untuk mencapai kawasan samawi dimana jiwaku berusaha meraih banyak ilham dari langit dan ku taburkan kembali ke bumi sebagai kembang-kembang puisi yang menyejukkan hati, seolah terbunuh dan mati sampai jiwaku nyaris kehilangan kendali.

Keinginan yang tak diiringi oleh kesadaran adalah petaka bagi pecinta. Resah gelisah batinnya akan membentuk karakternya menjadi pujangga. Tetapi dari hati yang retak dan dari jiwa yang diliputi dahaga cintanya, mampukah karya-karya besar yang menggairahkan kehidupan dapat diterbitkan? Aku bertanya pada mahkota bunga yang kelopak-kelopaknya menyingkap gelapnya awan, sedangkan senyuman batiniahku mengejar bayang-bayang wajahmu yang terdiam anggun nun jauh disana...

(SHE).

BERAWAL DAN BERAKHIR




Huuuu...haaaa...Sudah sampai dimana taddarus politik dan agama kita?...
Dunia hanya tempat persinggahan sementara untuk menuju Kehidupann Kekal...
Kadang kita bertemu sesuatu yang membuat hati kita berbunga-bunga ataupun bersedih...
Semuanya hanya peristiwa sesaat, lalu mengapa harus membuat kearifan jiwa kita cacat?...

***

Huuuu...Haaaa...Aku tak pernah mengenalmu lalu menjadi mengenalmu...
Kemudian Tuhan menghembuskan angin, meneteskan air dan mencahayai ruang kalbuku hingga bunga cinta itu bersemi...
Lantas harapan dan kecemasan itu berterbangan dan hinggap di kelopak bunga cinta kita seperti kupu-kupu...
Kitapun tertawa lalu menangis, tertawa lalu menangis lagi ketika tanpa kita sadari semuanya ternyata hanyalah seperti mimpi...

***

Huuuu...haaaa...Rasa ini kadang membebaskanku dan terkadang memberatkanku...
Aku bertanya pada gerak takdir, mengapa semua ini harus terjadi?...
Semestinya kita harus selalu bersama untuk saling melengkapi kekosongan batiniah kita...
Mengapa kemudian keadaan begitu kejam melemparkan kebersamaan kita di dua kutub keterasingan jiwa kita?...

***

Huuuu...haaaa...Terasa berat hatiku melepasmu di gurun kesunyian...
Jika kekeramatan tali janji tak mengikat raga dan jiwaku niscaya kan ku kalungkan kembang persuntingan di lehermu...
Akan ku pagari jantung hatimu dengan tulang-tulang rusukku...
Dan akan ku bawa pergi dirimu menuju Danau Biru tempat gemercik kasihku mencumbui segenap adamu...

(SHE)

PENCARI HAKIKAT




PENCARI HAKIKAT

Kehidupan apakah ini? Mengapa pikiran tercerai berai terlepas dari ikatan hatiku yang keramat? Kemanakah kegigihan tekad masa remajaku menghilang, dan kemanakah keyakinan yang selama ini memimpin gairah juangku pergi?

Asap dupa keputus asaan membumbung tinggi dari sekitar pusara kematian semangat yang di dalamnya terbujur kaku naluri-naluri pemberontakanku melawan kegetiran hidup yang kerap merantai kreatifitasku dalam berkarya. Dan aku hanya bisa terdiam di tengah hiruk pikuk ratapan-ratapan ketidak berdayaanku sendiri.

Nafas-nafas tersenggal yang mendekati ujung hitungan abad tanpa sadar ku lupakan, sedangkan separuh darinya telah lebih dulu pergi dan menanti peranku yang tak lagi ku sadari. Masihkah aku seperti dulu, ataukah seluruh adaku sudah turut pergi berlalu dan hanya meninggalkan ragaku dalam kehampaannya?

Awan gelap berarak seperti rombongan perempuan berjubah hitam yang tengah berduka dan berjalan mengikuti para pemikul keranda kematian dari seorang Syuhada' yang dibunuh serdadu-serdadu dari sebuah zaman yang memuja keserakahan. Sedangkan rembulan kadang sekilas tampak dengan wajah murungnya.

Hidup ini terus bergerak, jiwaku. Jika engkau tak menanam apapun akan tetap tumbuh tanaman meski liar dan berbuah, karena semesta terus bekerja sesuai dengan perintah-Nya. Tetapi hanya dia yang mau menanam, merawat dan sabar menghadapi pergantian musim demi musim yang mengirinya, dialah yang akan mendapatkan buah seperti yang diinginkannya.

Maka berbuat dan bergeraklah, hingga perananmu kelak menghasilkan buah yang dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka yang ada atau sudah tiada. Obor sudah menyala di tanganmu, berjalanlah menembus kegelapan sampai engkau keluar dan melihat dunia yang lebih terang. Ketahuilah, seorang pencari hakikat dan penanam benih kebajikan lebih berarti daripada seribu kaum beriman yang hanya bisa berkhutbah dengan penuh kebencian dan kesombongan...

(SHE).

PEDIH



PEDIH

Jika dalam pertemuan setiap hembusan nafasmu adalah aroma bebungaan yang harum dan menggiring hatiku pada taman suka cita, maka perpisahan membuat jiwaku merana di padang gurun yang kerap menjadikan jiwaku selalu merasa dahaga. Aku tertunduk lesu setelah bertahun-tahun bergelut dengan debu masa lalu yang menutupi cermin jiwaku.

Kerabunan mata jiwa yang susah ku bersihkan dengan tangan ampunan yang penuh noda acap kali mengaburkan pandangan batinku untuk melihatmu dengan tatapan kearifan, bagaimana aku bisa menutup kisah pedihku atas peristiwa lama yang sangat mengganggu perjalanan spiritual rohku untuk sampai pada kerajaan samawi ini?

Kecupan bibirmu pada dinding dadaku yang berdetak mengiringi perputaran jarum jam dzikirku yang bergerak melamban. Erangan desah gairahmu berpacu dengan jeritan batin yang ingin memeluk Keluhuran Kekal. Mengapa engkau menjauh dariku disaat jiwaku belum sampai memasuki alam makrifat-Nya? Bukankah itu yang semula kita cita-citakan?...

Dalam hening, tiap tetesan rintik hujan yang jatuh mengenai keningku selalu mengingatkanku akan tetes air matamu yang dahulu kerap membanjiri dadaku. Dan sorot mataku selalu mengarah pada langit demi untuk melihat bayangan dirimu dengan lebih jelas. Aku berbicara pada cahaya siang yang memunculkan pesonamu melalui puncak-puncak bebukitan yang berendam di danau hijau perkebunan teh yang sejuk, serta menyuarakan getir rinduku pada kabut-kabut putih yang menyembunyikan kemisteriusan Gunung.

Sungguh kerinduan ini telah menyekap jiwaku sedemikian lama di bawah jembatan menuju masa tuaku yang tak terlihat ujungnya. Jika engkau tak segera kembali padaku lagi tentulah keletihan ruhaniku akan membuat kemantapan jiwaku kehilangan keseimbangannya. Aku akan terjatuh ke sungai pencarian tak bertepi, sampai Keabadian menarikku kembali untuk ditempatkan-Nya di golongan orang-orang beruntung atau merugi...

(SHE).

SEMBURAT KECANTIKAN DI LANGIT KHAYAL





SEMBURAT KECANTIKAN DI LANGIT KHAYAL

Tahun-tahun keemasan yang menjadikan jiwaku dan jiwamu sebagai raja dan ratu di kerajaan cinta kita yang hening telah berlalu, namun merah bibirmu beserta binar cahaya matamu yang menyemburat di langit khayalku telah menarik gairahku untuk melukis keindahan dirimu kembali melalui kekuatan kata-kataku.

Kekuatan kata-kata dari seorang lelaki yang pernah bersamamu terbang melintasi batas-batas cakrawala kerahasiaan cinta, dimana air matamu dan air mataku berbaur menjadi satu untuk menyirami dan menumbuhkan benih-benih kasih sayang di perkebunan cinta kita yang keramat. 

Cinta antara seorang perempuan rupawan yang semula hidup dalam pasungan penantian dengan seorang lelaki petarung hidup, yang kemudian menemukannya dan membebaskannya dengan menjadikan tulang-tulang rusuknya sebagai anak-anak panah perlawanan untuk membunuh kesepiannya yang kerap ganas menyerang...(SHE).

KUPU-KUPU UNGU





KUPU-KUPU UNGU

Aku menunggumu di siang yang terang ini
Menyapa diriku agar hatiku bersemi kembali
Datang, tampakkanlah wajahmu biar jiwaku bergemuruh
Menari riang di depan kecantikanmu senandungkan cinta bisu...


Kupu-kupu ungu terbang mendekati diriku
Ku sentuh sayapnya ia pun pergi berlalu
Putik sari rindu di taman hatiku jatuh berguguran
Tak kuat tangkai menahan mekar bunga kasmaran...

Pada siapa rahasia hati ini kan ku katakan
Pada siapa rindu membuncah ini ku titipkan
Jika bukan padamu oh engkau yang ku dambakan
Tentu jiwaku akan tumbang hilang keseimbangan...

(SHE).

RAHASIA CINTA





Sesungguhnya, pada luasnya dunia tempat pertemuan manusia baik itu secara ragawi maupun batini itu telah dipersempit-Nya. Karena itu tiap-tiap manusia yang memercikkan pikiran ataupun perasaannya ke udara, akan kembali jatuh dan menetes ke ruang-ruang pikiran atau perasaan orang-orang yang mengenal dan tak mengenalnya.

Begitulah awal mula ketertarikan itu dimulai, namun pada akhirnya amat sedikit dari kecocokan jiwa itu terpaut dan bersanding mesra hingga ajal salah satunya atau kedua-duanya tiba.

Adalah cinta yang datang dengan misterinya, yang masuk dan mengaliri ruang-ruang batini yang semula sepi. Pada keadaan inilah pikiran dan hati manusia tak kan dapat mengelaknya, sampai akhirnya tiba suatu ketetapan bahwa masing-masing jiwa akan saling membutuhkan satu sama lain.

Cinta mengalir dengan sendirinya, namun cinta pula yang akan memutuskan ia tetap tinggal di relung hati kita ataukah cinta akan kembali terbang ke Cakrawala Kerahasian-Nya. Cinta tak pernah mati, tetapi pada jiwa yang rapuh cinta akan cepat pergi berlalu. Karenanya jika ingin cinta tetap tinggal selamanya dalam diri kita, kita mestilah dapat menjaga kesuciannya dengan cara memagarinya dengan doa dan harapan-harapan mulia yang menghubungkan jiwa kita dengan Jiwa Tuhan.

Demikianlah yang terjadi antara diriku dengan Simin Haidari, meski Simin Haidari secara ragawi telah pergi dan tak kembali padaku lagi, namun jiwanya masihlah terus mengiringi perjalanan hidupku.

Kemanapun wajah batinku menghadap, aku selalu melihat bayangan dirinya. Sedangkan diriku sendiri sejak lama sudah bertekad, apapun yang sudah dan akan terjadi aku harus terus belajar untuk berdamai dengan diri sendiri. Belajar berdamai dengan perang batin yang menyesakkan dada, belajar berdamai dengan raungan-raungan hati dan pikiran yang merindukan cinta dan kasih sayangnya.

Mungkin sebab itulah jiwaku dan jiwa Simin selalu dapat bertemu dan bermesraan di luasnya Taman Cinta yang dipenuhi bunga-bunga keindahan dalam Keadilan Tuhan..

MISI PECINTA




Hari-hari yang ku lewati bersamamu menjadikanku seperti hidup di tengah Taman Bunga, sejuk, segar dan menggiring jiwaku pada puncak ketenangan.

Aku mengasihimu dan memberi perlindungan bagi jiwamu sebagaimana tugas suci yang biasa diemban para pecinta. Namun ketika semakin dalam ku memasuki keluhuran jiwamu, jiwaku malah tertarik dan terikat rapat disana.

Cinta tak hanya mampu menumbuhkan sayap-sayap keperkasaan jiwaku untuk terbang menelusuri cakrawala kebebasan dalam lingkaran kerahasiaan-Nya, namun cinta pula yang merantai jiwaku hingga diriku kerap berjalan menelusuri rimba raya petualangan, dengan tangan dan kaki terbelenggu bak narapidana.

Ooh...demi pagi yang telah menggulung kepekatan malam, serta demi pepohonan yang kurus kering dihajar kemarau panjang, aku bersumpah atasmu bahwa aku akan tetap setia mengasihi dan melindungi jiwanya, seperti kalian yang mengasihi dan melindungi umat manusia dari terkaman cuaca yang tak bersahabat. Aku akan selalu bersama kalian, sungai, laut, hutan belantara, matahari dan rembulan untuk menunaikan misi kehidupan yang ditetapkan Tuhan.

Aku akan tetap mencintainya, meski ku harus terus belajar untuk tidak berharap apa-apa kecuali hanya ingin melihat kebahagiaan dirinya selamanya...(SHE).

Tuesday, 20 September 2016

SUNNI DAN SYIAH ADALAH ASET UMAT ISLAM YANG SANGAT BERHARGA BAGI KEMAJUAN PERADABAN UMAT MANUSIA




Meluruskan dan mengingatkan kembali prestasi-prestasi Kaum Sunni adalah hal yang baik, tetapi kemudian setelah meluruskan dan mengingatkan sejarah prestasi-prestasi Kaum Sunni itu untuk menghina Kaum Syiah dan melecehkan peran-peran besarnya selama berabad-abad dalam membangun peradaban yang positif bagi kemajuan kehidupan umat manusia, menurut saya hanyalah sebagai bentuk balas dendam sejarah yang akan memporak porandakan potensi dan kekuatan umat islam itu sendiri. 

Sudahlah, kedua aliran dalam Islam (Sunni-Syiah) ini pasti akan ada kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri, adalah lebih arif jika kita lebih fokus untuk menonjolkan sisi-sisi positif dari keduanya. Karena jika tidak itu yang kita lakukan selamanya Islam akan lemah karena pertikaian internalnya. PKS, FPI dan HTI saja yang selama ini berdakwah dengan jurus-jurus kampanye hitamnya justru malah banyak diludahi oleh saudara-saudara seagamanya sendiri, karenanya partai islam seperti PKS sekarang mulai merapat ke Pemerintahan Jokowi sebagai bentuk pertobatan politiknya yang selama ini salah kaprah dan tak membuahkan manfaat apa-apa selain semakin terkuaknya kemunafikan-kemunafikan politik yang selama ini disembunyikannya.

Berbenahlah diri dan kalian akan menuai kembali berbagai kebaikan, jika tidak maka apa alasan bagi saya untuk tidak terus menerus berkonfrontasi politik melawan kalian? Saya pengikut Sunni yang sama sekali tidak ingin mewarisi dendam politik dari para pendahulunya, saya ingin hidup mesra dan hormonis dengan saudara-saudara saya pengikut Syiah. Ikutlah dengan barisanku dan mari bersama kita benahi pergaulan hidup kita dengan sesama umat manusia apapun agama dan kepercayaannya. Salam...

Saiful Huda Ems (SHE) Penggagas Jaringan Islam Moderat Indonesia (JIMI).

PANDANGAN SHE TENTANG ISU YANG MENERPA PARA PENGANUT SYIAH




1. Katanya: Ahlussunnah dapat mengenali Pengikut Syiah dari wajah hitam mereka karena mereka tidak memiliki keberkahan.

SHE: Justru yang saya lihat banyak wajah para Pengikut Syiah cerah-cerah dan cantik-cantik, apalagi Simin Haidari, waowww...Demikian juga Pengikut Syiah yang laki-laki, wajahnya juga cerah-cerah, ganteng-ganteng dan keningnya gak ada bekas tambalan ban hitamnya.

2. Katanya: Pengikut Syi’ah percaya kepada Ar-Raj’ah yaitu kembalinya roh-roh ke jasadnya masing-masing di dunia ini sebelum Qiamat dikala imam Ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk balas dendam kepada lawan-lawannya.

SHE: Sunni juga mempercayai akan semua ini, yakni dengan kepercayaan akan munculnya Imam Mahdi dan Isa Al Masih untuk bertarung dengan Dajjal di akhir zaman. Sekarang tinggal anda ingin masuk di kelompok yang mana, Pengikut Muhammad Rasulullah saw., ataukah Pengikut Dajjal? Silahkan pilih sendiri.

3. Katanya: Pengikut Syiah suka mengenakan songkok hitam dengan bentuk tertentu. Tidak seperti songkok yang dikenal umumnya masyarakat Indonesia, songkok mereka seperti songkok orang arab hanya saja warnanya hitam.

SHE: Lho, saya dan teman-teman waktu mondok di Pesantren Tebuireng juga beberapa ustadz guru ngaji saya serta pendekar Bela Diri di Tebuireng juga sering memakai songkok hitam dengan berbentuk tertentu seperti songkok Orang Arab atau China, tetapi kami tetap sebagai Warga NU yang Sunni dan bukan Syiah. Di Pasar Sunan Ampel Surabaya atau di Toko-Toko Arab di Gresik juga banyak orang yang menjual songkok seperti itu dan mereka orang-orang Sunni bukan Syiah.

4. Katanya: Pengikut Syiah tidak suka shalat Jum’at. Meskipun shalat Jumat bersama jamaah, tetapi dia langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. Orang-orang akan mengira dia mengerjakan shalat sunnah, padahal dia menyempurnakan Shalat Zhuhur empat raka’at, karena pengikut Syiah tidak meyakini keabsahan shalat Jum’at kecuali bersama Imam yang ma’shum atau wakilnya.

SHE: Kalian kan juga kadang meninggalkan Shalat Jumat, entah itu karena sedang bepergian (musafir), kadang sedang tidur karena kecapek`an, sedang ada hujan besar, sedang asyik belanja di Mall, atau mungkin juga sedang malas karena sedang asyik-asyiknya berpacaran. Tetapi kalau soal Pengikut Syiah langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam dalam jamaah Shalat Jumat, untuk menyempurnakan Shalat Zhuhur empat raka’at, karena pengikut Syiah tidak meyakini keabsahan shalat Jum’at kecuali bersama Imam yang ma’shum atau wakilnya, ya biarlah. Itu keyakinan mereka toh? Dan tidak mengganggu kekhusyukan kita dalam beribadah kan?...

5. Katanya: Pengikut Syiah juga tidak akan mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam yang dikenal kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali.
SHE: Yang saya ketahui saat saya masih remaja dan sering melakukan Shalat Jamaah dengan Orang-Orang Syiah dari Iran, Irak, Lebanon dll.nya di Berlin saya dengar sendiri mereka mengucapkan salam (namun benar) kadang (meski tidak semuanya) mereka sambil menepuk kedua pahanya. Dan ingat, mereka Shalat Jumat juga kok, kecuali saat saya tinggal di Bandung ada teman Pengikut Syiah yang tidak suka Shalat Jumat, tapi teman Syiahnya yang lainnya masih juga Shalat Jumat. Disini menjadi jelas, Syiah itu banyak rumpun atau alirannya, seperti di Sunni, jadi tidak bisa digeneralisir bahwa Pengikut Syiah itu sama. Sedangkan mengenai tata cara shalat Orang Sunni juga kadang berbeda-beda, ada yang shalat dengan telunjuk tangan yang lurus ada juga yang diputar-putar mirip gerakan Kincir Angin di pertunjukan Pasar Malam.

6. Katanya: Kita tidak akan mendapatkan penganut Syiah hadir dalam kajian dan ceramah Ahlussunnah.

SHE: Ah, masak iya? Di Bandung ada perkumpulan Sunni-Syiah, dan mereka saling mengkaji kitabnya masing-masing. Kalau Pengikut Syiah tak hadir untuk mendengarkan ceramah Ahlusunnah bisa dipastikan perkumpulan Sunni-Syiah ini tidak akan pernah ada. Logika yang sangat enteng bukan?...Masak salah satunya hanya ceramah pada tembok?...

7. Katanya: Kita juga akan melihat penganut Syiah banyak-banyak mengingat Ahlul Bait; Ali, Fathimah, Hasan dan Husein radhiyallahu anhum.

SHE: Lho, itu kan malah bagus? Di banyak kalangan Pesantren Sunni sendiri, seperti di Tebuireng, kami dulu juga sering kok mengingat Ahlul Bait, seperti Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan, Husein radhiyallahu anhum dlsb. Kami sering melantunkan Barzanji, shalawatan yang mengagung-agungkan Muhammad Rasulullah saw dan Ahlul Baitnya. Itu hal yang sudah biasa Bro.

8. Katanya: Jika kita perhatikan caranya berwudhu maka kita akan dapati bahwa wudhunya Pengikut Syiah sangat aneh, tidak seperti yang dikenal kaum Muslimin.

SHE: Kalau ini yang kita jadikan pedoman sebagai ciri Pengikut Syiah, maka berarti para politisi kita mayoritas Pengikut Syiah dong, soalnya yang saya tahu, jarang sekali para politisi kita yang cara berwudhunya benar sesuai tuntunan Fiqh Islam yang pernah saya pelajari saat saya masih Sekolah di Madrasah Ibtida`iyah kelas 2, dimana kakak ipar saya sendiri yang alumni Pesantren Tambak Beras Jombang menjadi gurunya Ilmu Fiqh itu.

9. Katanya: Mereka juga tidak akan menunjukkan penghormatan kepada Abu Bakar, Umar, Utsman, mayoritas sahabat dan Ummahatul Mukminin radhiyallahu anhum.

SHE: Kenyataannya kalian yang bukan Pengikut Syiah juga lebih menunjukkan penghormatan pada para Pimpinan PKS, pada para Pimpinan Ormas-Ormas yang brutal anti dialog dan anti perbedaan, daripada menunjukkan penghormatan pada keteladanan Abu Bakar, Umar, Utsman, mayoritas sahabat dan Ummahatul Mukminin radhiyallahu anhum. Benar tidak?...Di Negeri Yaman Utara warganya mayoritas Pengikut Syiah Zaidiyah. Syiah ini sangat dekat sekali dengan Sunni karena mereka masih menganggap Abu Bakar, Umar dan Ustman adalah Khalifah yang sah, meski mereka menganggap seharusnya yang lebih afdhal Khalifahnya adalah Sayyidina Ali. Syiah itu banyak cabangnya seperti halnya di Sunni.

10. Katanya: Pada bulan Ramadhan penganut Syiah tidak langsung berbuka puasa setelah adzan maghrib; dalam hal ini Syiah berkeyakinan seperti Yahudi yaitu berbuka puasa jika bintang-bintang sudah nampak di langit. Dengan kata lain mereka berbuka bila benar-benar sudah masuk waktu malam. Mereka juga tidak Shalat Tarawih bersama kaum Muslimin, karena menganggapnya sebagai bid’ah.

SHE: Terlepas dari ini mengenai perbedaan pandangan tentang waktu yang tepat untuk berbuka puasa, kenapa itu tidak kita respon dengan berpikir positif saja bahwa itu menunjukkan keimanan mereka jauh lebih kuat dari dorongan nafsu untuk menyantap berbagai makanan sajiannya?. Tidak seperti kalian, yang mungkin baru mendengar adzhan maghrib lalu nasi sebakul habis, air segentong habis, pisang setandan lenyap. Sedangkan masalah mereka tidak Shalat Tarawih berjamaah karena menganggapnya sebagai bid`ah, itu adalah soal keyakinan mereka, biarkan saja. Wong di Sunni selain NU juga kerap bid`ah membid`ahkan kok, meski bukan hanya dalam hal jumlah rakaat Shalat Tarawih yang dipersoalkan. Ingat Kasus TBC (Takhayul, Bid`ah dan Churafat) gak, yang membuat hubungan persaudaraan antara warga NU dan Muhammadiyah pernah mengalami masa-masa pasang surut yang menegangkan?...

11. Katanya: Kita tidak akan mendapati seorang penganut Syiah memegang dan membaca Al-Qur’an kecuali jarang sekali, itu pun sebagai bentuk taqiyyah (kamuflase), karena Al-Qur’an yang benar menurut mereka yaitu al-Qur’an yang berada di tangan al-Mahdi yang ditunggu kedatangannya.

SHE: Lihat dan telusuri berita, beberapa hari yang lalu puluhan ribu Al-Quran telah dikirim dari Iran ke Indonesia untuk para Pengikut Syiah di Indonesia, dan telah dinyatakan sama dengan Al-Quran kita (Pengikut Sunni) oleh salah satu petugas dari Majelis Ulama Indonesia MUI yang membidangi dan memeriksanya. Apa anda juga mengira bahwa Al-Quran itu didatangkan dari Iran untuk tidak dibaca dan akan dibuang ke laut oleh Pengikut Syiah di Indonesia? Lihat pula di postingan-postingan status Facebook para Pengikut Syiah di Indonesia, mereka seringkali mengutip ayat-ayat Al-Quran yang begitu indah, dan sama percis dengan Al-Quran kita, Pengikut Sunni. Dan ini yang ingin saya ingatkan: jangan gampang menyebut Pengikut Syiah Bertaqiyah, karena Lagu Dangdut Ahmad Albar yang benar itu Judulnya Zakiyah bukan Taqiyah.

12. Katanya: Orang Syiah tidak berpuasa pada hari Asyura, dia hanya menampilkan kesedihan di hari tersebut.

SHE: Biarkan saja, toh Puasa di Hari Asyura adalah Puasa Sunnah dan bukan Puasa Wajib.

13. Katanya: Mereka (Pengikut Syiah) juga berusaha keras mempengaruhi kaum wanita khususnya para mahasiswi di perguruan tinggi atau di perkampungan sebagai langkah awal untuk memenuhi keinginannya melakukan mut’ah dengan para wanita tersebut bila nantinya mereka menerima agama Syiah.

SHE: Di Puncak Bogor banyak orang dari Luar Negeri, gerombolan Wahabi Takfiri yang gemar ngajak Kawin Kontrak dengan warga Indonesia. Apa mereka Pengikut Syiah? Di Kota-Kota Besar di Indonesia, banyak juga politisi, pengusaha dan mahasiswa yang Kumpul Kebo, apa ini tidak lebih parah dari Nikah Mut`ah? Selain daripada itu, di Indonesia juga banyak kader-kader Wahabi Takfiri yang mendekati para perempuan untuk diperistri bahkan dipoligami empat hingga sembilan (yang ketahuan), terus mahasiswi-mahasiswi yang awalnya lugu itu setelah dinikahi mereka mendadak menjadi berprilaku aneh. Semua teman, keluarga yang tidak sehaluan dengannya disesatkan, dikafirkan, disyirikkan, dibid`ahkan. Gerakan Mereka ini semestinya jauh lebih harus kita waspadai daripada kita sibuk mencari-cari kesalahan Syiah dan Sunni yang hanya akan menciderai rasa Ukhuwah Islamiyah kita !...

Demikian...Wallahu a`lam bissawab...

Wassalamualaikum...(SHE).

*Saiful Huda Ems (SHE): Pemerhati Masalah Politik dan Kehidupan Umat Beragama di Indonesia.

JASMANIKUM (JANGAN SEKALI-KALI MEMANIPULASI HUKUM)




Tanggapan Saya Atas Surat Edaran Walikota Bogor Bima Arya terhadap Pelarangan Acara Peringatan Hari Ashuroh bagi Pengikut Syiah di Kota Bogor.

Saudara-saudara sekalian yang terhormat, mohon kalian ketahui, bahwa sesungguhnya Kaputusan MA No.1787 K/Pid/2012 itu untuk Kasus Tajul Muluk seorang tokoh Syiah di Sampang Madura, dan bukan merupakan pernyataan Mahkamah Agung bahwa ajaran Syiah menyimpang dari Islam dan menodai ajaran Agama Islam, sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 156 huruf a KUHP. Dengan demikian apa yang dikatakan oleh Direktur Eksekutif SNH Advocacy Center, Silviani Abdul Hamid hanyalah sebuah bentuk penafsiran hukum pribadi atas Putusan Mahkamah Agung (MA). Terlebih lagi jika keputusan MA itu ia jadikan argumentasi hukum untuk membenarkan dikeluarkannya Surat Edaran oleh Walikota Bogor Bima Arya yang melarang diadakannya Peringatan Hari Ashuroh bagi pengikut aliran Syiah di Kota Bogor adalah suatu bentuk manipulasi hukum, sekaligus suatu bentuk pelanggaran Konstitusi Negara yang sangat nyata.

Bagi saya, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Walikota Bogor Bima Arya dengan Surat Edarannya itu dapat diajukan gugatan ke ranah hukum. Sebab bagaimanapun apa yang dilakukan oleh Walikota Bogor tsb. adalah suatu bentuk sikap Kepala Daerah yang tidak mencerminkan kesadaran dalam hidup beragama dan berbangsa yang harusnya menghargai keberagaman agama dan keyakinannya. Bhinika Tunggal Ika itu sampai saat ini masih ada dan dijadikan motto kita dalam berbangsa dan bernegara, yang jika kita dengan sadar menafikkannya maka akan segera BUBARLAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. Salam...(SHE).

POSISI POLITIK INDONESIA DAN WAJAH PARA POLITISINYA DULU DAN KINI




Posisi Indonesia sebagai negara non blok ternyata sangat setrategis sekali dalam percaturan politik dunia. Dari sejak diproklamirkannya gagasan itu sampai detik ini telah menempatkan Indonesia menjadi penentu percaturan politik dunia meski tidak harus terlibat di dalam permainan politik dari negara-negara yang sedang bersengketa/berseteru satu sama lain.

Strategi politik non blok ini sama sekali berbeda maknanya dengan netralitas berpolitik. Pikirkan saja misalnya, ketika Arab Saudi, Qatar dan Turki berinisisasi membentuk Aliansi Militer Anti Terorisme yang sebenarnya hanya dimaksudkan untuk meraih dukungan dari negara-negara Islam demi mendukung kepentingan aliansi politik Arab Saudi, Qatar dan Turki dgn Amerika, Israel dan Eropa (NATO), Indonesia tidak bersedia mengikutinya dengan alasan Indonesia sebagai negara non blok.

Dengan strategi politik yang demikian, tanpa harus dinyatakan dengan jelas dan tanpa harus terlibat secara langsung permainan politik ini, pilihan politik Indonesia telah menunjukkan keberpihakannya pada negara-negara muslim yang selama ini teraniaya seperti Palestina, Suriah, Yaman, Lebanon, Iran dan Irak. Arab Saudi yang selama ini dengan sombongnya mengagresi Yaman dan mendanai kelompok-kelompok teroris seperti ISIS yang membuat rusuh, onar di negara-negara seperti Yaman, Suriah dan Irak lalu kedodoran karena kegigihan perlawanan musuh-musuh politiknya, telah membuat kampanye politik baru yang seolah-olah anti terorisme padahal sejatinya dialah sendiri pencipta terorisme bersama sekutunya yakni Barat (Amerika plus NATO) dan Israel.

Tokoh-tokoh pendiri Republik Indonesia ini memang orang-orang jenius, futuris, dan punya komitmen kuat untuk menegakkan keadilan di dunia. Namun sayang sekali jika Indonesia saat ini dipenuhi politisi-politisi dungunya di Senayan yang membuat rakyatnya selalu marah dan kesal tak berkesudahan. Saatnya para anggota parlemen Indonesia berkaca diri dan kembali meneladani kecerdasan dan kearifan The Founding Fathers Republik Indonesia yang kita cinta. Salam...(SHE).

FITNAH DAN KERANCUAN LOGIKA KAUM WAHABI TERHADAP PETA POLITIK ISLAM





Jika pembaca mengikuti secara intensif pernyataan demi pernyataan para pengikut aliran Wahabi, maka pembaca akan sering merasa ada yang janggal dari pernyataan-pernyataan mereka. Misalkan saja saat mereka berbicara tentang Peta Politik Islam, mereka akan seringkali salah kaprah mengatakan bahwa pengikut Ahlusunnah Wal Jamaah yang menurutnya hanya diikuti oleh Kaum Sunni itu selama ini teraniaya oleh para pengikut (khususnya penguasa) aliran Syiah.

Sedangkan bagi orang-orang yang mengerti, bahwa Syiah pun sesungguhnya sama seperti Sunni, yakni sama-sama termasuk golongan Ahlusunnah Wal Jamaah. Bukankah Ahlusunnah Wal Jamaah, pada hakikatnya adalah suatu ajaran dalam Islam yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad Rasulullah saw dan para sahabatnya?. Atau dapat pula dikatakan Ahlusunnah Wal Jamaah adalah sebuah ajaran yang bertumpu pada ittibaus sunnah (mengikuti As Sunnah) dan menuruti apa yang dibawah oleh Nabi Muhammad saw, baik dalam masalah aqidah, ibadah, petunjuk, tingkah laku, akhlak dan selalu mengikuti jamaah kaum muslimin.

Jikapun kemudian bila sebagian besar pengikut Syiah tidak mau mengakui kepemimpinan Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman, ini kan semata hanya persoalan pilihan politik dan sama sekali bukan termasuk dalam ranah Tauhid atau Aqidah?. Maka bagi penulis, baik itu Sunni maupun Syiah, sesungguhnya adalah sama-sama pengikut Ahlusunnah Wal Jamaah.
Kedua-duanya sama-sama aset Kaum Muslimin yang sangat besar pengaruhnya bagi tumbuh berkembangnya peradaban dunia Islam. Memutuskan tali ukhuwah islamiyah diantara kedua pengikut aliran ini, berarti sama dengan sadar telah menghancurkan satu sisi sayap perjuangan Islam.

Pembaca tentu sudah memahami bahwa pemimpin-pemimpin negara mayoritas muslim seperti Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan istrinya adalah pengikut Islam Sunni, mendiang Presiden Libya dan mendiang Presiden Mesir Hosni Mubarak serta Muhammad Morsi juga pengikut Islam Sunni, lantas siapa yang selama ini memusuhi pemimpin-pemimpin Sunni itu, bahkan yang telah membunuh sebagian dari mereka, apakah pengikut Syiah yang memusuhi dan membunuhnya? Jelas tidak ! Lalu bagaimana bisa Kaum Wahabi mengatakan bahwa Syiah lah yang selama ini memusuhi, menganiaya pengikut Sunni dan membunuh para pemimpin-pemimpinnya?.

Justru seperti yang terjadi di Suriah, Presiden Bashar Al-Assad yang selama 15 tahun ini berkuasa dan didukung penuh oleh rakyatnya yang mayoritas pengikut Sunni, karena Rakyat Suriah 74% merupakan Pengikut Sunni, malah dimusuhi dan hendak dijatuhkan oleh kelompok-kelompok yang mengklaim diri sebagai pengikut Sunni pula.

Apakah mereka (Kaum Wahabi) selama ini buta hingga tidak bisa melihat, siapa Islamic State of Iraq & Al-Sham (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam, Free Syrian Army (FSA) atau Tentara Suriah, Jabhat Al-Nusra (Front Pendukung), Islamic Front (IF) atau Front Islam, Army of Mujaheden (AM) atau Tentara Mujahidin, yang terus berusaha menggulingkan pemerintahan sah Bashar Al-Assad yang terpilih kembali dengan perolehan 88.7% suara rakyat dalam Pemilu Suriah di bulan Juni 2014? Dan yang mendukung kelompok-kelompok pemberontak ini sangat jelas sekali dan sudah diakui sendiri oleh negara-negara yang terkait, yakni Qatar, Arab Saudi, Amerika dan NATO.

Presiden Mesir Hosni Mubarak yang Sunni pun diturunkan oleh gerakan Rakyat Mesir yang dimotori oleh kelompok Ikhwanul Muslimin yang merupakan pengikut Sunni, dan setelah digantikan oleh Muhammad Morsi yang juga pengikut Sunni, Presiden Mesir Muhammad Morsi pun dijatuhkan oleh Militer Mesir dibawah pimpinan Jendral Abdul Fattah As-Sisi yang juga merupakan pengikut Sunni. Demikian pula dengan Presiden Irak Saddam Husein, Presiden Libya Muammar Al- Qaddafi, dll.nya juga dijatuhkan oleh rakyatnya sendiri yang juga merupakan pengikut Islam Sunni yang didukung oleh Amerika dan NATO.

Lalu mengapa Syiah masih mereka tuduh telah memusuhi kaum Sunni dan para pemimpin-pemimpinnya? Bukankah Syiah yang direpresentasikan oleh Pemerintah Iran justru yang malah mendukung Pemerintahan Bashar Al-Assad di Suriah yang merupakan pengikut Sunni untuk menghadapi para pemberontak yang didukung Arab Saudi dan Qatar? Bukankah Syiah yang direpresentasikan oleh Mujahidin Hizbullah Lebanon yang didukung Syiah Iran dan Sunni Suriah yang justru malah mendukung perjuangan para pejuang Kemerdekaan Palestina seperti Hamas, Jihad Islam dan PFLP melawan pendudukan Israel di Gaza?. Olehnya, pernyataan Ketua Ulama Al-Quran Syria, Syeikh Muhammad Kurrayim Rajih yang konon menyatakan “Kami di Syria dahulu seperti kamu (Sunni Indonesia) hidup damai sehingga kami lupa karena sudah membiarkan Syiah berkembang secara perlahan.

Akhirnya sekarang Syiah memerintah kami, membunuh anak-anak kecil kami dengan kapak dan memperkosa wanita Ahli Sunnah Wal Jamaah” dst...adalah suatu pernyataan yang sangat keliru besar dan tidak seharusnya didengar oleh pengikut Sunni di Indonesia. Karena pada kenyataannya sampai hari ini Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan istrinya adalah pengikut Sunni dan bukan Syiah.

Disamping itu, yang membantai rakyat yang tidak berdosa selama ini bukanlah Pemerintah Bashir Al-Assad melainkan para pemberontak-pemberontaknya yakni ISIS, FSA dll.nya yang didukung Arab Saudi, Qatar dan Amerika plus NATO seperti yang penulis terangkan sebelumnya. Presiden yang sudah terpilih kembali secara sah dan dipilih oleh rakyatnya sendiri hingga memperoleh 88.7% suara sah, sangatlah mustahil dianggap telah membantai rakyatnya sendiri yang telah memilihnya. Dimana logikanya?.

Adalah sesuatu yang sangat kontradiktif pula, dimana sebelumnya Kaum Wahabi tak mau mengakui bahwa Islamic State of Iraq & Al-Sham (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam itu benar-benar ada, dan menurutnya hanya merupakan rekayasa media opini Barat (Amerika dan NATO) belaka dengan menunjukkan berbagai trik kamera di studio yang seolah-olah pasukan ISIS memenggal kepala-kepala orang tak berdosa padahal menurutnya sesungguhnya dusta, namun kemudian justru setelah itu malah mereka ramai-ramai mendukung ISIS dan mengibarkan bendera-bendera ISIS dimana-mana, serta menganggapnya bak Pahlawan-Pahlawan Islam yang terdepan melawan Barat dan pemimpin-pemimpin Muslim yang dituduhnya Syiah.

Bukankah ini semua menunjukkan betapa ambigunya mereka memandang ISIS dan betapa biasnya mereka menganalisa Peta Politik Islam? Olehnya, sebelum fitnah dan kebodohan ini terus berlanjut, adalah suatu kewajiban bagi kita Kaum Muslimin untuk segera menyikapi persoalan ini secara cermat dan kritis, agar supaya kita, Kaum Muslimin tidak gagap menghadapi perubahan peta konstelasi politik Islam yang bergerak dari waktu ke waktu. Ketidak pahaman dalam memahami ini, hanya akan berakibat fatal bagi utuhnya persatuan dan kesatuan Umat Islam yang bersama kita harapkan akan menjadi terbitnya fajar baru keemasan Peradaban Islam yang memberi kesejukan bagi pergaulan seluruh umat manusia, apapun agama dan kepercayaannya. Demikian. Wallahu a`lam bissawab...

Bandung, 20 November 2015.

Penulis: Saiful Huda Ems (SHE). Pemerhati kehidupan umat beragama.