Wednesday, 21 September 2016

KENIKMATAN DALAM KESEDERHANAAN




KENIKMATAN DALAM KESEDERHANAAN

Banyak orang yang mencari kenikmatan hidup dengan bermewah-mewahan, salah satunya adalah mencari makanan-makanan mahal di restoran, tidur di hotel-hotel berbintang, beli-beli pakaian serba mewah dan masih banyak lagi hal lain yang dianggapnya akan dapat membuat nikmat hidupnya.
Bukan berniat menyombongkan diri, bahwa saya pernah mengalami semua itu, entah itu dari uang sendiri atau dibayari oleh orang lain, saudara, teman, bos dll.nya. Saya pernah makan makanan termahal di restoran-restoran mewah dari yang ada di Indonesia hingga yang ada di kota-kota di Jerman, Perancis, Belanda dll.nya. 

Saya pernah dan sering makan apa saja yang saya inginkan dan menyantapnya satu meja dengan Walikota, Gubernur, Menteri atau Ketua MPR RI sambil berdiskusi tentang keadaan negeri di tempat yang sangat tertutup. Saya pernah, bahkan sering tidur di hotel-hotel bintang 5 baik di Indonesia maupun di Eropa, saya pernah mengalami masa dimana hampir tiap seminggu sekali saya belanja pakaian-pakaian mahal dengan berbagai merk terkenal baik yang ada di Mall-Mall di Indonesia maupun di Eropa.

Namun pada kenyataannya, sungguh ini tidak mengada-ngada, justru saya malah sering mendapatkan kenikmatan hidup itu bukan disaat seperti itu, tapi disaat saya hanya makan jagung bakar bersama teman-teman seperjuangan atau saudara-saudara yang jagungnya kami bakar sendiri. Justru saya merasakan nikmatnya makan itu ketika seperti pagi ini saya menyantap gorengan tempe agak gosong dengan cabe yang pedas di rumah sendiri. Justru saya merasakan kenikmatan hidup itu ketika saya menanam berbagai tanaman di sekitar rumah saya dan menyiraminya setiap saat.

Justru saya merasakan kenikmatan hidup itu disaat saya minum kopi hasil adukan sendiri dan saya minum sambil merokok Marlboro di pinggir jalan di perkebunan Teh Lembang. Justru saya merasakan kenikmatan hidup itu disaat saya tidur dengan tangan kanan merangkul anak kecil saya dan tangan kiri merangkul anak besar saya di rumah sendiri. Justru saya merasakan kenikmatan itu disaat saya belanja-belanja sandal murah dan aneka barang-barang murah lainnya di pasar tumpah di Cikutra dan makan Lontong Kare yang hanya Rp. 8000,-. Justru saya menikmati hidup itu disaat saya mengimami sholat keluarga dan setelah mengaji Al-Qur'an bersama lalu kami saling berbincang dan bercanda satu dengan lainnya antara saya, istri dan anak-anak sendiri.

Justru saya merasa menikmati hidup itu ketika saya membaca berbagai buku sambil minum kopi hitam yang agak pahit dan bisa berdialog imajinatif dengan para penulisnya. Justru saya menikmati dan merasakan kedamaian hidup itu disaat saya masih bisa leluasa bernafas seperti ini, mendengar kicauan burung yang mencumbui pagi, menghirup udara segar, bisa membaca informasi keadaan negeri sendiri dan dunia, lalu menulis artikel politik dan buku-buku novel tentang cinta, filsafat, politik dan agama.

Kesederhanaan adalah awal dari kearifan hidup.

Alhamdulillahirobbil alamin...(SHE).

No comments:

Post a Comment