Kalau beliau bukan orang Indonesia asli tetapi orang Amerika pasti namanya bukan Archandra Tahar, tetapi George Gembus atau Donald Trompet. Hemmm...mengapa kita jadi bangsa yang senang membuang anak-anak bangsa potensialnya sendiri? Mengapa hanya karena beda pandangan politik kita kemudian mudah menghalalkan segala cara, termasuk melecehkan orang yang tak sehaluan dengan pilihan politik kita?
Pahamilah, begitu banyak generasi terbaik kita yang berada di luar negeri dan tak mau lagi kembali ke negeri ini karena muaknya mereka dengan kebiasaan kita yang tak menghargainya. Tak hanya di Amerika, di Eropa dan di beberapa benua atau negara lainnya banyak anak-anak Bangsa Indonesia yang meraih prestasi gemilang, namun mereka selama puluhan tahun tidak diberdayakan oleh pemerintah kita. Dan ketika seorang Presiden Jokowi telah memanggil beberapa di antara mereka untuk pulang dan dijadikan menteri mengapa kita meributkannya?
Sudahlah, bangsa ini sudah terlalu lama hidup dalam kegaduhan, segera akhiri semuanya dan mari kita saling berpegangan tangan, bahu membahu untuk bersama menata dan membangun Indonesia. Politik itu dinamis, sirkulasi kekuasaan cepat atau lambat pasti akan terjadi. Bersabarlah sejenak, kalau kalian memang memenuhi syarat untuk jadi pejabat dan gigih memperjuangkannya, kesuksesan itu akan kalian raih juga. Jadi tidak perlu gaduh, dan kalau mau mengkritisi pemerintah ya kritisilah tapi yang tepat sasaran dan proporsional. Masih ada yang lebih penting untuk kalian pantau dan kritisi, daripada meributkan seorang menteri ESDM.
Di Indonesia dwi kewarganegaraan itu memang dilarang, tetapi ketika seseorang sudah memutuskan memilih satu kewarganegaraan, yakni Indonesia lalu mau apa kalian? Mau menggunakan dalil hukum apa untuk melarang warga asli keturunan Indonesia yang pernah jadi warga negara asing kembali jadi Warga Negara Indonesia? Pak Habibie juga pernah merasakan kewarganegaraan Jerman lalu kembali ke Indonesia, mengapa kalian tidak pernah protes? Bahkan sampai saat ini Pak Habibie masih punya rumah di Jerman, apa kalian pikir mudah bagi orang asing (selain warga Jerman) punya rumah di Jerman?
Sekali lagi, akhiri kontroversi status kewarga negaraan Menteri ESDM Archandra Tahar. Beliau sudah jelas orang asli Indonesia. Lagian Reshuffle Menteri jilid II sudah selesai, yang sudah direshuffle mohon sabar, berjiwa besar. Dan yang ingin jadi menteri ya tunggu saja, sebab siapa tau ada reshuffle jilid III dan kalian yang dipilih Presiden Jokowi jadi menteri. Kalau semua kursi menteri sudah penuh, ya jangan khawatir bawa kursi sendiri saja, sebab saya rasa di teras istana masih kosong. Wassalam...(SHE).
Bandung, 15 Agustus 2016.
Saiful Huda Ems (SHE). Advokat, penulis dan pemerhati masalah politik dan sosial, yang saat ini aktif sebagai Pengurus DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Barat.

No comments:
Post a Comment