Andaikan saja umat islam di Indonesia tidak bercermin pada Arab Saudi tetapi bercermin pada Iran, maka Indonesia akan maju pesat seiring dengan bermunculannya manusia-manusia genius yang tidak hanya mempunyai kecerdasan intelektual, melainkan pula mempunyai kecerdasan spiritual. Dan kemudian dari dua kecerdasan itu kaum muslimin Indonesia akan memimpin dunia. Namun sayang sekali dana yang mengalir dari Arab Saudi begitu deras, maka para lintah darat yang selama ini menghisap darah perekonomian rakyat melalui perdagangan agama dan dilindungi oleh negara selama puluhan tahun tumbuh subur. Mereka kemudian tak henti-hentinya memprovokasi ummat untuk menghadang dan melawan setiap gerakan perubahan yang datang.
Setiap kegiatan agama yang bersikap kritis pada praktek kehidupan agama yang jumud dicap sesat dan harus kembali pada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Namun ironisnya, yang berhak menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an dan As-Sunnah itu adalah dari golongan mereka sendiri yang tiada lain adalah para pengikut aliran Wahabi Takfiri. Akhirnya yang terjadi adalah tumpulnya sikap kritis ummat terhadap prilaku para pemuka agamanya, hingga jangan pernah heran seorang artis cabul yang berkedok ustadh pun pernah dijadikan idola. Oh ya, Ustadh Guntur Bumi sudah divonis berapa tahun?...(SHE).

No comments:
Post a Comment