Monday, 19 September 2016

WAHABI, ASWAJA DAN KITA




WAHABI

Adalah MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB yang lahir di Thn. 1115 H.(1701 M) di Uyainah (Najd) sekitar 70 KM arah Barat Laut Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi, dan wafat 29 Syawal 1206 H. (1793 M) dalam usia 92 Tahun, serta dimakamkan di Dar`iyyah (Najd). Belau dilahirkan ditengah keluarga yang berpendidikan. Ayahnya seorang tokoh agama di lingkungannya, sedangkan kakak laki-lakinya adalah seorang Qadhi (Mufti Besar), sumber rujukan dimana Masyarakat Najd menanyakan segala sesuatu masalah yang bersangkutan dengan agama.

Kelahiran dan kematian Syaikh ini memang terpaut sangat jauh dengan Tokoh Wahabi Generasi Pertama yakni ABDUL WAHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM AL-KHORIJI AL-ABADHI yang wafat di tahun 197 H. di Kota Thorat, Afrika Utara. Karenanya para penerus dakwah Aliran Keras MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB, yang kemudian populer disebut Kaum Wahabi sangat menentang keras pikiran yang menyamaratakannya dengan Kaum Wahabi/Wahabiyyah pengikut ABDUL WAHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM, sebagai sebuah sekte Khawarij Abadhiyyah yang dianggapnya sesat, telah menghapus banyak Syariat Islam, menghapus kewajiban ibadah haji dan sering terlibat peperangan dengan penentangnya.

Para penerus dakwah Muhammad Bin Abdul Wahhab (Kaum Wahabi), menganggap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab (begitu mereka biasa menyebutnya) sebagai seorang Mujadid yang beraliran Ahlusunnah Wal Jama`ah, yang tegak diatas Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw . Olehnya mereka seringkali mengelak jika Wahabi dianggap sebagai tokoh pemecah belah persatuan Umat Islam. Bahkan sebaliknya mereka (Kaum Wahabi) menganggap para pengkritiknya sebagai orang-orang yang tidak paham dengan Sejarah (Tarikh) Islam, hingga mereka menjadi salah kaprah dan harus diberi pencerahan agar tidak terjerumus pada propaganda --yang dikatakannya-- sebagai Propaganda Syiah, Yahudi serta Kaum Liberal Sekuler yang tidak menginginkan persatuan dan kejayaan Umat Islam.

Pernyataan sinis yang mirip pernyataan di atas itu pernah pula diungkapkan oleh Ahli Fitnah Indonesia yang sangat populer di social media saat ini, yaitu Jonru. Dalam salah satu postingan di akun Facebooknya, Jonru mentertawakan para kritikus Gerakan Wahabi yang dianggapnya salah alamat, karena yang dimaksud Wahabi sesat itu menurutnya, sebenarnya adalah ABDUL WAHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM AL-KHORIJI AL-ABADHI, dan bukan Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab.

Lalu bagaimana tanggapan penulis terhadap trik Petak Umpet dua sekte dalam Islam yang selalu membuat masalah kerukunan Umat Beragama dan yang kedua-duanya berbaju Wahabi itu?...Baiklah, melalui tulisan ini penulis akan berusaha menerangkannya.

PETAK UMPET GERAKAN WAHABI

Sesungguhnya tidak ada yang berbeda dari kedua-duanya, yakni para Pengikut ABDUL WAHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM dan Pengikut atau Penerus Dakwah MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB, kedua-duanya sama-sama menampakkan ciri-ciri gerakan dakwahnya yang sama, yakni sbb.:

1. Mengedepankan emosi atau kekerasan dalam aksinya.
2. Anti dialog untuk mencari kebenaran dan malah sibuk mencari pembenaran.
3. Suka menganggap orang lain yang berbeda pandangan dengannya sebagai orang sesat yang darahnya halal untuk dibunuh.
4. Selalu membungkus gerakan politik terselubungnya dengan simbol-simbol agama, dan menutupinya dengan atas nama gerakan pemurnian aqidah.
5. Selalu mengingkari janji atau kesepakatan bersama.
6. Tidak pernah tahan hidup di tengah kemajemukan agama, kepercayaan dan kebudayaan.
7. Beribadahnya pamrih karena hanya menginginkan surga dan kecantikan para bidadarinya.
8. Kalau bersedekah berharap secepatnya dapat ganti rugi dari Tuhan di dunia dan di akhirat.
9. Suka berpoligami dan merahasiakan pernikahan kedua, ketiga dan keempatnya.
10. Berani korupsi dengan dalih untuk kepentingan dakwahnya.
11. Selalu melawan dan terus berusaha menjatuhkan pemimpin yang tidak seagama dengannya, meskipun ia pemimpin yang adil dan cinta terhadap kaum dhuafa.
12. Kalau berdakwah suka sembunyi-sembunyi dan tidak berupaya menumbuhkan suasana dialogis yang sejuk dan saling menghormati, melainkan sarat dengan indoktrinasi yang penuh emosi.
13. Tekun beribadah tetapi tekun pula menyebarkan fitnah atau hasutan penuh kedengkian.
14. Selalu menganggap kebenaran mutlak ada di genggamannya, sedangkan orang lain yang berbeda pandangan dengannya dianggapnya sesat, bid’ah, munafik dan kafir, karenanya mereka biasa pula disebut dengan Wahabi Takfiri.
15. Malas baca buku dan kitab-kitab para Ulama salaf, zuhud dan terpercaya, melainkan hanya menyukai bacaan atau berita-berita palsu.
16. Seringkali menolak budaya masyarakat setempat, baik itu dalam berbahasa, berpakaian atau bertingkah laku, dan malah lebih memilih mengikuti Budaya Arab yang biasa dipraktekkan oleh Abu Sufyan dan Abu Lahab.
17. Selalu kontradiktif antara ucapan dan tindakannya, seperti mengatakan anti Yahudi dan membenci semua hasil peradabannya, akan tetapi disisi lain mereka gemar menggunakan produk atau tekhnologi hasil karya cipta orang Yahudi.
18. Selalu memaksakan kehendak.
19. Selalu mengatakan berpegang teguh pada Al-Quran dan As Sunah, namun mereka hanya gemar memilih ayat-ayat Al Quran tertentu saja yang sesuai dengan kepentingan politiknya, dan memilih Sunnah-Sunnah Nabi tertentu saja yang dianggapnya dapat selaras dengan nafsunya.
20. Bersikukuh ingin mendirikan Negara Islam sedangkan mereka sendiri tidak pernah paham tentang Sistem Bernegara yang baik dan benar.
21. Mereka sama-sama mengabaikan misi utama Islam, yakni sebagai Rahmatan Lil Alamin.

Dari beberapa ciri yang sama dan yang telah penulis sebutkan diatas itu, kita dapat melihat bahwa sesungguhnya para Pengikut ABDUL WAHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM dan Pengikut atau Penerus Dakwah MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB, kedua-duanya ternyata sama saja, yakni menampakkan identitasnya sebagai Kelompok Wahabi Takfiri yang anti dialog, anti perbedaan dan lebih mengutamakan kekerasan. Jikapun ada perbedaan dari keduanya sebenarnya itu hanya satu, yakni: Bila Wahabi Takfiri Pengikut ABDUL WAHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM berdakwahnya melalui tatap muka, atau ceramah agama secara langsung, sedangkan Pengikut atau Penerus Dakwah MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB berdakwahnya tidak hanya bertatap muka atau ceramah agama secara langsung pada masyarakat, melainkan juga berdakwah melalui Media Sosial seperti Facebook, Twitter, BBM, Whats App dll. Gerakan dakwah Wahabi Takfiri Penerus Dakwah MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB bisa dibilang jauh lebih modern daripada para Pengikut ABDUL WAHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM, olehnya sebenarnya mereka lebih layak untuk disebut sebagai Gerakan NEO KHAWARIJ atau WAHABI TAKFIRI.

Gerakan Neo Khawarij atau Wahabi Takfiri ini sangat menyadari, betapa gerakan mereka sangatlah susah untuk diterimah oleh masyarakat yang sudah maju pola pikirnya. Masyarakat modern yang lebih menginginkan beragama secara rasional, menyejukkan dan mencerahkan daripada beragama yang penuh gegap gempita teriakan-teriakan dan caci makian penuh kebencian. Karenanya Pengikut atau Penerus Dakwah MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB tidak pernah mau dianggap sebagai kelompok Wahabi Purba yang tiada lain adalah Wahabi/Wahabiyyah, sebagai sebuah sekte Khawarij Abadhiyyah yang dianggapnya sesat dan yang dimotori oleh ABDUL WAHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM di masa-masa sejarah Pertikaian Sesama Kaum Muslimin yang banjir darah. Disinilah letak permainan Petak Umpet mereka itu.

Wahabi adalah sebuah gerakan ekstrimis terselubung dan membahayakan persatuan dan kesatuan umat atau bangsa, karena itu gerakan ini tidak pernah menunjukkan Qonun Asasi atau Anggaran Dasarnya. Meski demikian Wahabi sebagai gerakan penuh kekerasan dapatlah ditandai ciri-cirinya yang sudah penulis sebutkan diatas, dimana yang paling dominan dari ciri-ciri itu adalah kegemarannya yang suka menyesatkan, membid`ahkan, memunafikkan, mensyirikkan dan bahkan tak segan mengkafirkan atau membunuh orang yang berbeda keyakinan atau kepercayaan dengannya.
Dengan belum ditemukannya bukti otentik dari mulai struktur organisasi hingga Qonun Asasinya, penulis beranggapan bahwa Gerakan Wahabi ini sebenarnya hanyalah gerakan politik liar yang berjubah agama dan dikemas seolah sebagai Gerakan Dakwah. Gerakan dakwah yang berkiblat pada gerakan yang terinspirasi oleh dakwah MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB di Saudi Arabia yang pernah membuat marah Kaum Muslimin di seluruh dunia karena hendak membongkar dan melenyapkan situs-situs peninggalan islam seperti makam Nabi Muhammad saw. (usaha ini belum berhasil), makam Siti Hadijah istri Nabi Muhammad saw (sudah berhasil dengan menjadikan makam Siti Khadijah sebagai tempat WC Umum) dll. Gerakan politik inilah yang kemudian menimbulkan protes kaum muslimin di dunia, tak terkecuali para ulama salaf Indonesia yang kemudian mengirim utusan ulama ke Hijaz yang dikenal dengan Komite Hijaz dan yang berakhir dengan berdirinya Organisasi Massa Islam terbesar di dunia, yakni Nahdlatul Ulama (NU).

Namun disisi lain, gerakan Kaum Wahabi Takfiri di Arab Saudi tersebut juga menginspirasi pula para politisi dan pemimpin-pemimpin Ormas berbendera agama, yang sangat brutal dan menggemari kekerasan atas nama agama di Indonesia, bahkan di berbagai belahan dunia seperti Kelompok ISIS di Suriah, Irak dll.nya....(Tulisan ini hanyalah Bagian I dari 3 Bagian Tulisan yang saya beri Judul: Wahabi, Aswaja dan Kita).

*Saiful Huda Ems (SHE). Adalah penulis Novel Bunga Revolusi, Cinta Sejati Pengembaraan Batin di Belantara Sunyi dll.

No comments:

Post a Comment