Jiwa pecinta selalu mendesir bagai gelombang padang pasir yang bercumbu dengan angin. Mata telanjang yang memandang segala keindahan akan mengirim berbagai pesan ke pikiran dan hati yang penuh misteri. Semua hal yang semula tampak rumit akan diurai oleh kehalusan jiwanya. Itulah mengapa para pecinta selalu bersanding dengan Keabadian dalam pergumulan intelektualitas dan spiritualitasnya.
Alam semesta bernyanyi untuknya, makhluk di langit menanti tarian jiwanya. Tatkala badai amarah menghantam dinding khidmatnya, benih-benih kesabaran tumbuh bersemi menaungi dan menyejukkan tanah hatinya. Dan ketika angin ketentraman menyelimuti lelapnya, jerit tangis penderitaan anak-anak matahari membangunkan kesadarannya. Sungai-sungai mendesah disentuh kelembutan sikapnya, lautan bergemuruh melayangkan ombaknya ke pantai mendekati jejak kaki pengambaraannya.
Siapa yang berani menyakiti atau menyayangi hati pecinta ia akan abadi dalam karyanya. Siapa yang berani mendengar suara hati pecinta ia akan mendengar lagu-lagu merdu kehidupan dunia yang menyatu dengan kehidupan surga. Siapa yang hendak mengikuti perjalanan cintanya ia akan memasuki lingkaran inspirasi syairnya. Siapa yang bersedia menemani pecinta dalam merias sepi sunyinya, ia akan dihidupkan dalam imajinasinya. Siapa yang mencoba menghadang kebebasan berkeseniannya, ia akan gemetar oleh hentakan gelora pemberontakannya...
Bandung, 21 Agustus 2016.
KEHIDUPAN PECINTA
Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:
Post a Comment