Entah mengapa semenjak menjelang PILPRES Indonesia 2014 lalu hingga detik ini, situasi politik Indonesia kian hari kian bertambah runyam. Ada kekuatan terselubung yang berusaha membenturkan pribumi dengan warga keturunan China, kemudian Sunni dengan Syiah, Islam dengan Non Islam dan terakhir Islam dengan Komunis. Apa yang sesungguhnya mereka inginkan dari situasi ini? Keributan dan setelah itu ambil alih kekuasaan dengan senjata? Naif, sungguh betapa naifnya mereka yang dengan sengaja berusaha menciptakan Indonesia yang kacau balau untuk kemudian mengambil alih kekuasaan dengan senjata. Indonesia bukan Afghanistan, bukan pula Irak, Tunisia, Libya, Mesir, Suriah apalagi Saudi Arabia ! Rakyat Indonesia sudah jauh lebih cerdas daripada yang kalian kira ! Hari ini rakyat bisa saja ribut, tapi besok atau lusa rakyat akan memanen berbagai hikmah yang dapat memperkuat tali ikatan persaudaraan sebagai satu saudara sebangsa dan setanah air, apapun suku, ras, agama dan kepercayaannya !...
Baik Warga Negara Indonesia keturunan China maupun keturunan Arab, mereka semua yang sudah memiliki prasyarat sebagai WNI harus diakui dan diterimah apa adanya sebagai WNI, terlebih lagi China dan Arab juga Bangsa Persia sangat berjasa dalam mengislamkan Indonesia. Bagi kalian yang tidak memahami sejarah ini, silahkan kalian jalan-jalan, tidak usah jauh-jauh ke pesisir paling ujung utara Pulau Sumatera (Aceh) yang masih terdapat jejak peninggalan Kerajaan Islam Samudera Pasai, tapi cukup jalan-jalanlah ke daerah-daerah pesisir di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Lihatlah makam-makam para Waliyullah disana penuh dengan situs-situs peninggalan Bangsa China dan Arab, tak terkecuali Bangsa Persia yang saat ini sangat gagah di depan percaturan politik dunia ! Sunni dan Syiah pun sudah hidup rukun, harmonis, berdampingan selama berabad-abad di negeri ini, dan keduanya pula telah memberi sumbangsih besar terhadap kejayaan peradaban Indonesia, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh para pengikut Hindu dan Budha di negeri kita Indonesia tercinta.
Para Ulama dan Pendeta, Romo serta Bhiksu juga sudah berabad-abad lamanya saling bahu membahu memeras keringatnya untuk mengangkat bangsa ini dari kemelaratan dan kebodohan, maka jika kalian terus-terusan ingin membentur-benturkan antara Islam dan Non Islam berarti kalian secara sadar telah tega hendak menghancur leburkan kerukunan kehidupan beragama di Indonesia ! Padahal kalian itu dapat gaji, mondar-mandir ke luar negeri dan beli senjata juga dari Rakyat Indonesia, maka kebaikan rakyat manakah yang kalian dustakan?!...Jangan pula terus menerus kalian trauma dengan tekad jadul PKI yang ingin membentuk Angkatan ke 5, karena PKI sudah jatuh tersungkur dan Angkatan ke 5 itu hanya utopia PKI saja. Sampai saat ini belum ada kaum buruh yang bersenjata, belum ada pula PKI yang berani memunculkan kembali Partai PKI dan bertarung di Pemilu. PKI sudah tamat riwayatnya, tapi kalian masih terus menerus meneror rakyat dengan fitnah dan isu Kebangkitan PKI, memangnya kami Rakyat Indonesia sudah buta sejarah semua, Bung?!...
Ada orang pakai Kaos PKI kalian pukuli, tapi banyak orang pakai Kaos Negara Khilafah yang berarti menolak Pancasila dan UUD'45 kalian biarkan, apa ini cerminan pribadi yang loyal pada keadilan? PKI dan kelompok-kelompok ekstrim yang memaksakan kehendaknya untuk mendirikan Negara Islam dan Negara Khilafah di Indonesia itu, dalam sejarah kenegaraan kita pada hakikatnya sama saja, dua-duanya pernah berkhianat pada Pancasila dan UUD 1945. Karena itu PKI yang dikomandani DN Aidit ditumpas dan DI/TII Kartosuwiryo seta Kahar Muzakar juga sama pernah diburu dan ditumpas. Yang menjadi aneh adalah ketika PKI yang seperti sudah mati dan terkubur seperti bangkai, kalian malah terus menghidupkan isu kebangkitan PKI, sedangkan ancaman yang benar-benar nyata, yakni kebangkitan Gerombolan Takfiri yang tidak kalah berbahayanya dibanding DI/TII Karto Suwiryo dan Kahar Muzakar malah seolah kalian abaikan. Ini keliru besar !...
Eiittsss...sssttt...atau kalian sengaja menghembuskan isu PKI atau kebangkitan Komunisme Indonesia agar kursi empuk Presiden Jokowi dapat kalian raih? Ssssttt...Pak Jokowi kan orangnya sabar, gak suka melawan kalau difitnah dan dihancurkan nama baiknya? Memfitnah Pak Jokowi sebagai Keturunan PKI kan isue paling seksi dan gak pernah habis beritanya? Begitu ya menurutmu?...Saya sudah baca lho isue fitnah terbaru, Wapres JK dan SP memerintahkan aparat yang berwenang untuk menyelidiki keterkaitan Pak Jokowi dengan PKI. Lalu mereka bilang Pak Jokowi mau pergi Umrah karena ingin menutupi sebagai anak PKI. Benar kan ada isue itu? Astaghfirullah hal adhim...sungguh betapa tega kalian memfitnah Pak Jokowi yang sudah bersusah payah bekerja keras untuk kemajuan negeri kita Indonesia tercinta. Hei, dengarlah ini kataku: Rakyat di negeri ini, khususnya umat Islam seperti saya sudah kenyang membaca berita fitnah dan provokasi murahan. Jangan kalian sekalipun bermimpi kami akan terprovokasi dan mengobarkan perlawanan terhadap pemerintahan Jokowi yang sah, karena sesungguhnya Jokowi adalah kita !...Salam...(SHE).
Saiful Huda Ems (SHE). Pemerhati masalah sosial dan politik Indonesia.

No comments:
Post a Comment