Dan biarkanlah orang berkata tentang keburukan atau kebaikanmu, sebab di hadapan Lautan Luas kau hanya diseru-Nya untuk membentangkan tangan jiwamu agar engkau siap menerima amanah kehidupan yang dititahkan-Nya. Jika pujian hanya akan membuat pandangan mata batinmu samar melihat cahaya-Nya, maka abaikanlah. Dan jika cercaan akan membuatmu menangis hingga hatimu merasa rindu untuk memeluk Jiwa-Nya, maka dengar dan renungkan meski sebenarnya engkau tak seperti yang mereka katakan.
Aku menaruh cinta yang sedemikian besar di lubuk hatimu yang terdalam, kemanapun kau pergi jiwaku selalu mengikutimu. Aku menilai diriku dengan pikiranmu, dan menilai dirimu dengan pikiranku. Kita adalah kesatuan cinta, dan cinta adalah satu kesatuan jiwa kita. Di antara kita hanya ada Diri-Nya tempat kita memohon petunjuk dan perlindungan. Sudahlah, tinggalkan semua ratapan dan mari memasuki taman-taman kehidupan dimana mata jiwa kita dapat menyaksikan, matahari dan bumi saling mengasihi meski keduanya tak pernah mendekati untuk saling memiliki.
Engkau, diriku, mereka dan alam semesta memiliki ruh biru. Apa yang kita lakukan dengan penuh cinta akan kembali mendapatkan cinta. Tetapi bagi mereka yang membuang cinta dari kehidupannya, amarah dan kecemasan akan selalu menyertai hidup dan kehidupannya. Ruh Biru adalah Oase Kesadaran, Nurani Kemanusiaan yang membeningkan hati dan menjernihkan pikiran. Ruh biru adalah cinta yang mensejajarkan dirimu dengan semua yang dicipta dengan kesucian Dzat-Nya. Tanpa ruh biru, engkau adalah Makhluk Api dalam pandangan Tuhan...(SHE).
Bandung, 25 Juli 2016.
RUH BIRU
Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:
Post a Comment