Sunday, 18 September 2016

SANG RUPAWAN




SANG RUPAWAN

Ia cinta yang agung, yang kini terdiam dan hanya bisa ku dekati dengan jiwaku yang selalu mendekap sepi. Tak ada tanda-tanda gejolak jiwanya lagi yang dapat ku ketahui, selain kehadiran bayangan wajahnya yang selalu mengikuti kemanapun ku pergi.

Penderitaan hidup yang sedemikian berat menimpanya, menjadikannya kian berhati-hati dalam mengambil keputusan besar yang akan merubah jalan hidupnya. Itulah mengapa ia telah menutup rapat semua pintu menuju hatinya.

Ia perempuan rupawan yang dinaungi cahaya lembut Keabadian. Tutur katanya selalu menginspirasi pikiranku yang semula liar menjadi terkendali. Dan diamnya menjadikan derap langkah pengembaraan batinku nyaris terhenti. Ia benar-benar sebuah keagungan cinta yang membuat jiwaku yang semula gelap menjadi terang menyala...(SHE).

No comments:

Post a Comment