Monday, 19 September 2016

TENTANG HABIB RIZIEQ




Musuh politik dan musuh pemikiran saya yang sekaligus juga merupakan saudara seagama saya, Habib Rizieq kali ini terkena batunya. Ketua Front Pembela Islam (FPI) itu telah dituntut oleh 16 Ormas/LSM di tatar Sunda untuk meminta maaf pada masyarakat Sunda dan melarangnya memasuki Wilayah Jawa Barat. Ia pun dilaporkan ke Kepolisian Daerah Jawa Barat atas pernyataannya ketika berceramah di Purwakarta yang memelesetkan ucapan salam Orang Sunda, Sampurasun dengan kata Campur Racun.

Habib Rizieq adalah salah satu contoh dari sekian banyak saudara-saudara muslim kita yang tidak bisa menempatkan mana Syariat (Islam) dan mana adat istiadat atau budaya. Habib Rizieq adalah sebuah contoh fenomena "Gunung Es", dimana orang atau kelompok ekstrim yang menolak mentah-mentah budaya lokal untuk menggantinya total dengan syariat (Islam) itu banyak, namun yang tampak seolah hanya dirinya yang berada di level atas, atau setidaknya Habib Rizieq sebagai salah satu bagian dari tokoh agama di Indonesia.

Kami sudah lama mengingatkan saudara-saudara seagama kami seperti Habib Rizieq ini agar lebih luwes atau lentur dalam berdakwah, dan tidak mengambil sikap konfrontatif dengan membenturkan Islam dengan berbagai adat istiadat atau budaya masyarakat di Nusantara, karena itu bukanlah cara-cara dakwah Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah saw dan para Waliyullah.

Dakwah Islam yang dilakukan oleh Muhammad Rasulullah saw, adalah dakwah yang dimulai dengan pembangunan budi pekerti atau akhlaqul karimah. Atas dasar itu Muhammad saw. berusaha merevolusi mental atau akhlaq orang-orang terdekatnya sendiri dan kemudian lingkungan setempat hingga kemudian menyebar jauh ke berbagai kota atau negara. Muhammad saw. tidak pernah tertarik untuk menghujat kesalahan orang, tidak pernah tertarik untuk melawan apalagi membunuh orang yang tidak sesuai dengan pandangan jiwa dan tuntunan Islamnya, tetapi Muhammad jauh lebih tertarik dan fokus untuk menjelaskan ide-ide perubahan dan kemudian menjelaskan firman-firman Tuhan pada orang-orang atau lingkungan terdekatnya. Baru kemudian setelah pengaruh Muhammad Rasulullah saw. semakin meluas dan Muhammad mendapatkan berbagai macam ancaman pembunuhan hingga sampai pada tantangan perang, Muhammad Rasulullah saw. mulai menunjukkan kekuatannya setelah berhasil merevolusi mental atau akhlaq keluarga, sahabat dan masyarakatnya.

Manusia-manusia paripurna, insan kamil atau Ueber Mensh dalam istilahnya Friedrich Nietzsche telah lahir dari perjuangan Muhammad Rasulullah saw. Dari sanalah kemudian Islam dan Muhammad saw. semakin dipuji oleh banyak orang hingga dengan atau tanpa disettingpun Muhammad saw. mampu melebarkan sayap perjuangan dakwahnya kemana-mana. Masyarakat dengan kesadarannya sendiri tidak lagi canggung meninggalkan kebiasaan buruknya, dan menggantinya dengan prilaku terpuji yang dijiwai oleh pemahamannya dari firman-firman Tuhan yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Sebaliknya, Muhammad yang tidak pernah konfrontatif terhadap budaya masyarakat yang tidak bertentangan dengan Islam, menjadikan masyarakat tetap nyaman dalam kebebasannya berbudaya atau berekspresi. Atas kecerdasan dan kemuliaan perjuangan Muhammad saw. seperti itu, maka akhirnya Islam dapat mendunia.

Jika Muhammad Rasulullah saw. memberikan teladan kepada umatnya dengan berdakwah secara lembut, taktis, sistematis dan periodis seperti itu, lalu atas teladan siapakah Habib Rizieq berdakwah secara grasak-grusuk, main hantam kromo hingga tak tercapai tujuan dakwah islamnya, namun malahan dapat umpatan, caci maki dan permusuhan yang tidak hanya datang dari musuh-musuhnya bahkan datang pula dari saudara-saudara seagamanya? Semoga Habib Rizieq segera istighfar dan ditunjukkan ke jalan yang benar oleh Allah SWT, seperti kaum muttaqin yang telah disediakan surga baginya. Wallahu a'lam bissawab...(SHE).

26 November 2015

Saiful Huda Ems 

No comments:

Post a Comment