Kekayaan yang terbatas
Kecerdasan yang dangkal
Kedudukan yang kerdil
Popularitas yang sesaat
Gelar yang rapuh
Ketampanan/kecantikan yang semu
Cepat atau lambat semuanya akan musnah...
Diri sangatlah kecil tak sebanding
Sangat menjijikkan jika kita tertawa bangga
Tak merunduk hati bila kesadaran sudah lumpuh
Menjadi budak iblis tapi mengira kesayangan Tuhan
Agamamu adalah kesombongan yang sejatinya
Kelelawar lebih mulia darimu yang gaduh menepuk dada
Kematian mengintai dan Burung Nazar siap memangsa bangkaimu...
Demi malam berlindunglah dari sifat penepuk dada
Meski lumpur dosa menenggelamkanmu mata kesadaran tetaplah jaga
Seluruh yang kita punya adalah pinjaman
Setiap saat Dia dapat menariknya lagi
Mengapa kita harus meninggikan diri di depan sesama?
Milyaran bahkan tak terhitung makhluk diciptakan-Nya
Pengetahuan kita tak kan sanggup menghitung
Adakah alasan kita untuk menantang Gerak Gelombang?
Hanya setetes dari air samudera ilmumu diberikan-Nya
Hanya sebutir pasir kelebihanmu dianugerahkan-Nya
Jangan mengepalkan tanganmu pada Wajah Langit
Karena hari, bulan dan tahun akan memecutmu dengan petir pembalasan-Nya.
Landaikan hatimu dan angin keberkahan akan mengantarkanmu pada derajat kemuliaan yang tak kau duga-duga...
Bandung, 23 Juli 2016.
PENEPUK DADA
Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:
Post a Comment