Dan keluarlah engkau dari dasar hatimu yang sejuk, Cinta...abaikan seluruh penderitaan yang datang dari kasarnya lidah dan perbuatan yang tercerabut dari akar suci kesadaran sebagai manusia. Engkau adalah penyuluh kebenaran bagi perjalanan pendewasaan dirimu sendiri setelah sekian lama kau ditinggalkan Sang Nabi, tak ada yang dapat menyelamatkan kehidupan spiritualitasmu selain Tuhan dan cinta yang berdiam di dasar hatimu.
Kehidupan di dunia lambat laun akan terasa makin gelap seiring dengan pengetahuanmu tentang rasa. Nafsu dan kejahatan akan kian merajalela terjadi dimana-mana. Namun jika cinta dalam hatimu masih suci terjaga, kau akan mampu melihat kehidupan menjadi penuh warna, hingga engkau seperti menjadi manusia yang diberkati. Tutur katamu akan menyejukkan, perilakumu akan memancarkan kewibawaan, dan kedatanganmu akan menjadi dambaan. Cinta akan menjadikanmu lebih dekat dengan kebijaksanaan.
Aku, dia ataupun mereka adalah cermin terdekat dari dirimu. Apabila engkau memperindah dirimu di hadapan orang yang kau hadapi, tentulah keindahan dan kebaikan akan terlihat oleh pandangan jiwamu. Kehormatan yang kau tunjukkan, akan berbalas pula kehormatan padamu. Demikianlah cinta memberiku pelajaran berharga dari masa kecil hingga usiaku yang makin menua, dan aku ingin melewati masa tuaku kelak dengan pengetahuan cinta ini, yakni sebuah pengetahuan yang pernah ku dapat ketika jiwaku dan jiwamu sama-sama terbang menjelajah cakrawala kehidupan dengan air mata dan senyumannya....
Bandung, 18 Juli 2016.
Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:
Post a Comment