Thursday, 15 September 2016

KEKASIH BERJUTA RAKYAT INDONESIA




Bukan persoalan berani atau tidak berani tapi itu hanyalah soal pertimbangan taktis strategis. Puan Maharani itu representasi dari PDIP dan representasi dari figur politik yang sedikit banyak masih mempunyai pengaruh, yakni Megawati. Pak Jokowi sendiri sampai saat ini adalah bagian dari kader PDIP dan didukung (meski tidak solid) oleh PDIP. Jika saja Pak Jokowi mereshuffle Puan Maharani berarti sama saja dengan melepaskan kekuatan dan dukungan politiknya dari PDIP, dan membuat konfrontasi baru dengan PDIP atau Megawati.

Sangatlah tidak taktis dan tidak strategis, jika Pak Jokowi yang belum mempunyai partai politik sendiri harus melepaskan PDIP dan berkonfrontasi dengan Megawati/PDIP. Terlebih Pak Jokowi yang tidak atau belum didukung sepenuh hati oleh beberapa partai politik lainnya termasuk oleh parlemen. Memaksakan Pak Jokowi mereshuffle Puan Maharani dan berkonfrontasi dengan PDIP atau Megawati, berarti sama dengan sengaja kita ingin menyaksikan Presiden Jokowi semakin berat memimpin negeri ini yang memerlukan partisipasi rakyat dan elite-elite politiknya.

Jadi biarkan Pak Jokowi bekerja dan memutuskan semua pilihan politiknya, karena kita sudah mempercayainya untuk menjadi Presiden ke 7 Indonesia. Kalau semua aspirasi kita harus diterimah dan dilaksanakan oleh Presiden Jokowi, maka dapatkah kita membayangkan akan ada berapa juta menteri yang akan diangkat dan berapa puluh yang akan diganti? Presiden Jokowi tentu sudah mempelajari dan mempertimbangkan baik buruknya orang-orang yang diganti dan diangkatnya. Biarkan saja Presiden Jokowi bekerja untuk memajukan Indonesia sesuai visi, misi dan intuisi politiknya. Silahkan dukung tapi jangan banyak menuntut, karena Presiden Jokowi itu bukan kekasih kita saja, namun sudah menjadi kekasih berjuta Rakyat Indonesia. Salam...(SHE).

Bandung, 28 Juli 2016.

Saiful Huda Ems (SHE). Advokat/Pengacara dan Penulis.

No comments:

Post a Comment