Tenang, tenanglah kekasih hatiku. Jangan bersedih, tersenyumlah, tegakkan dadamu, angkat wajahmu dan berjuanglah bersamaku mendampingi orang-orang lemah yang ditenggelamkan hak-haknya oleh sebagian kecil manusia yang pongah dengan kerakusan duniawinya. Buka kembali buku-buku lamamu yang pertama kali menggugah semangat juangmu, dengarkan kembali petuah-petuah bijak para pendahulumu, maka akan kuatlah tekad juangmu kembali untuk menuntaskan semua perjuangan yang sudah pernah kita lalui.
Politik dengan kelebihan dan kekurangannya adalah jalan satu-satunya untuk menata kehidupan suatu bangsa bersama segenap cita-cita luhurnya, dan kebenaran serta keadilan adalah inkarnasi suci dari Roh Suci yang akan menguatkan jiwamu untuk menghadapi semua badai. Kemari, duduklah disampingku dan mari kita saling menguatkan dalam ketegasan untuk membela dan memperjuangkan bagi terangkatnya nilai-nilai kemanusiaan secara universal.
Jangan pernah pedulikan apa yang akan kita dapat, sebab cinta yang bertahta di hati kita sudah lebih cukup dari semua apa yang dapat diberikan oleh kehidupan.
Kemari, berebahlah di pangkuanku, dan akan ku kisahkan kepadamu tentang perjuangan para pecinta yang merubah dunia dengan seni politiknya yang dikemas dengan bahasa-bahasa syairnya, hingga lawan-lawannya tak sanggup meraba kekuatannya dan merekapun kemudian satu persatu jatuh tanpa dipermalukannya.
Cinta adalah kekuatan tersembunyi bagi para pecinta, dan politik menajamkan laju pergerakannya tanpa siapapun sanggup menghadapinya. Karenanya politisi tanpa cinta adalah pohon tak berakar, senjata tanpa peluru dan pendakwa tanpa kewibawaan. Dan cinta tanpa pengetahuan politik adalah percintaan yang menjauhkan keindahan dari ruh kebenaran dan keadilan.
Berpolitiklah dengan cinta niscaya akan terlihat aura pejuang kemanusiaan pada dirimu sebagai Abdi Tuhan dalam pergumulan intelektual dan spiritualnya. Hidup ini singkat, cepat atau lambat kita akan kembali tiada. Hanya mereka yang berkelana di dunia dengan cinta dan perjuangan politik untuk tegaknya nilai-nilai kemanusiaanlah yang akan dikenang hingga berhentinya pergerakan zaman !...(SHE).

No comments:
Post a Comment