Kader HMI yang cerdas, kritis, gemar kontemplasi dan tujuannya fokus hanya untuk berjuang memajukan negerinya, TIDAK AKAN PERNAH MARAH jika mendengar pernyataan dari siapapun yang mengkritisi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kecuali mereka Kader HMI yang reaktif, emosian, selalu ingin dianggap Kader HMI Paling Top. Atau mereka yang selama ini "ngebos" ke Abang-Abang HMI yang sudah jadi pengusaha dan pejabat yang bermasalah dengan hukum, dan yang motivasi awalnya ketika masuk HMI hanya ingin kaya raya dan berkuasa dengan cara-cara instan, maka mereka akan terbakar dan membakar jika ada orang atau kelompok yang mengkritisi HMI.
Saya saja yang pernah jadi Pengurus HMI dan mantan Ketua Angkatan Latihan Kepemimpinan (LK) I HMI, serta pemateri berbagai LK HMI dari LK I sampai LK III HMI, tetap senyum-senyum saja kok HMI dikritik oleh salah satu pimpinan KPK, yakni Pak Saut Situmorang. Dan jangan pernah lupa pula, almarhum Cak Nurcholish Madjid tokoh kharismatik utama HMI pernah mengeluarkan pernyataan di tahun 1997 yang sangat mengejutkan. Kata beliau (Prof. Dr. Nurcholish Madjid): "Kalau keadaan HMI masih seperti ini terus (kader-kadernya banyak yang jadi pejabat tapi korup) maka bubarkan saja HMI !". Pernyataan Cak Nur saat itu hampir bersamaan dengan pernyataan saya di Jakarta dan Bandung, ketika saya memimpin aksi demonstrasi melawan Rezim Soeharto di tahun 1997/1998, padahal saat itu selain saya jadi Ketua atau Koordinator Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) se Jawa Barat, saya saat itu juga masih aktif sebagai kader dan Pengurus HMI Cabang Bandung.
Jadi pesan saya untuk adik-adik yang masih aktif di HMI dan teman-teman serta senior-senior alumni HMI: kendalikan emosi kalian. Terus ikuti dan pantau situasi sosial dan politik Indonesia. Jadillah kalian pemuda-pemuda bangsa yang tinggi ilmu dan kesabarannya, serta selalu siap tampil menjadi perekat persatuan dan kesatuan Indonesia. Kita tidak pernah tau sampai kapan Indonesia ini masih tetap ada, mengingat begitu banyaknya orang atau kelompok yang berusaha memaksakan kehendak untuk tercapainya kepentingan politiknya dengan cara memecah belah persatuan dan kesatuan kita sebagai sebuah bangsa yang berdaulat dan merdeka. Menjadi kader dan alumni HMI yang bijak, dewasa serta selalu mawas diri di tengah pergaulan hidup bernegara, adalah suatu sikap terhormat yang semestinya dapat kita pertahankan bersama. Salam manis untuk kalian semua. Sekian. Wallahu a'lam bissawab. Wassalamualaikum...(SHE).
Saiful Huda Ems (SHE). Alumni HMI.

No comments:
Post a Comment