Thursday, 22 September 2016

BULAN BANI HASYIM





BULAN BANI HASYIM

Lelaki tampan wajahnya teduh, tutur katanya lembut, bijaksana serta pemberani dalam menghadapi maut. Sejarah mencatat namanya sebagai Abul Fadhl Abbas, seorang ksatria dalam peristiwa Karbala yang dikenal sebagai pengawal setia Imam Husein as.

Bila ia berjalan wajahnya seperti memancarkan cahaya rembulan, maka orang-orang menyebutnya sebagai Qamar Bani Hasyim atau Bulan Bani Hasyim. Ia adalah putra Imam Ali as, dan yang termasuk salah satu putra yang mewarisi ketinggian derajat ilmu dan kebijaksanaan ayahnya, Ali bin Abi Thalib.

Dunia mengenal kisah perjuangan spektakuler Imam Husein dan komandan perangnya dalam peristiwa Kebangkitan Karbala ini, yakni Abul Fadhl Abbas, hingga para ahli strategi perang dunia merasa malu dan segan untuk mengajari Kaum Muslimin dalam soal menjaga moralitas pasukan saat berperang.

Pasukan kecil melawan pasukan besar, dan meski darah berkucuran, serta nyawa melayang tetapi saksikanlah, bahwa keyakinan dan kebenaran tetaplah tak bisa dikuburkan oleh para Penguasa Tiran.
Abul Fadhl Abbas Ksatria Karbala, penanggung jawab keselamatan Imam Husein, pelindung para wanita, anak-anak dan pasukan yang terluka. Ketika semua orang mengalami rasa haus dan lapar yang sulit ditahan, ia menerobos ke jantung pasukan lawan dengan gagah berani.

Ia menerjang dan terus menerjang seperti kilat yang menghantam gurun, hingga akhirnya sampai di tepi Sungai Eufrat yang dituju untuk mengambil air dari sungai yang akan ia berikan kepada para wanita, anak-anak dan pasukannya yang terluka. Namun ketika ia membalikkan badan untuk kembali menuju ke tenda, ribuan pasukan musuh telah mengepungnya.

Abul Fadhl Abbas mereka dekatinya dan memotong tangan kanan Abbas hingga tinggal sebelah. Abbas tidak menyerah maka diangkatlah tempat air itu dengan tangan kirinya. Musuh pun belum puas lalu memotong lagi tangan kiri Abbas, namun Abbas tetap tak menyerah maka digigitlah tempat air itu untuk dibawanya pergi.

Tenda sudah hampir terlihat di depan mata, tetapi pasukan musuh yang mengejarnya memanah Abbas dengan ribuan anak panah hingga Abbas menemui syahidnya dengan gagah.
Abul Fadhl Abbas Mujahiddin Karbala, teladan kesejatian seorang sahabat dan saudara yang setia dengan ikrar janjinya.

Abul Fadhl Abbas lambang pribadi jernih yang mewarisi keteladanan Nabi dan Sayyidina Ali. Dialah salah satu sahabat pemikul tugas dan risalah yang berani mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan kebenaran yang diyakininya...

Bulan Bani Hasyim telah menghilang di Langit Keheningan. Tetapi cahaya kebenaran yang pernah dipancarkannya tak kan pernah redup di pikiran dan hati para pecinta Nabi dan Ahlul Baitnya...(SHE).

No comments:

Post a Comment