Saturday, 3 September 2016

DI KUNCUP BUNGA MERAH

                                             
                                             

                                                 DI KUNCUP BUNGA MERAH

Udara pagi menyegarkan pernafasanku, aura bebungaan melayangkan imajinasiku pada keindahan raut wajahmu yang kerap mengguncang hatiku tatkala dirundung kerinduan. Oh kecantikan yang memikat, sungguh diriku takjub dan terpesona padamu !...
   
 Pada bibir merahmu yang sedikit terbuka aku melihat sepintas seperti ada kelopak Bunga Tulip Merah yang yang hampir terjatuh dari tautan antar kelopaknya. Dan manakalah tanganku hendak menyentuhnya, bunga disampingnya berbisik padaku:"Jangan kebanyakan berkhayal ! Ia diciptakan bukan untukmu..."

Langit biru tertutupi mega putih yang terhampar bagai kerudung bidadari. Kesadaran terbangun dan menyelipkan rindu di balik lumuran tetes embun kesedihan yang mengaliri tanah hatiku yang dipenuhi jejak kenangannya. Sesaat kemudian ku pandangi lentik sinar matahari pagi, dan tiba-tiba diriku merasakan kesedihanku melayang dan memudar di cakrawala keheningannya...

Bayanganmu tertinggal di belakang percepatan gerak gairah hidupku, suatu ketika aku kan datang menjemputmu bersama cinta yang memandu tekadku untuk menggapai masa depanku. Maka terbanglah bebas sesuka hatimu, dan cinta akan menjadi pelindungmu manakala engkau terjatuh. Terbanglah, biarkan ku titipkan sejenak rinduku padamu pada kuncup-kuncup bunga yang memerah, sampai engkau kelak kembali setelah melihat keindahannya...(SHE).

Bandung, 27 Agustus 2016.
 
Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:

Post a Comment