DI KUNCUP BUNGA MERAH
Udara pagi menyegarkan pernafasanku, aura bebungaan melayangkan imajinasiku pada keindahan raut wajahmu yang kerap mengguncang hatiku tatkala dirundung kerinduan. Oh kecantikan yang memikat, sungguh diriku takjub dan terpesona padamu !...
Pada bibir merahmu yang sedikit terbuka aku melihat sepintas seperti ada kelopak Bunga Tulip Merah yang yang hampir terjatuh dari tautan antar kelopaknya. Dan manakalah tanganku hendak menyentuhnya, bunga disampingnya berbisik padaku:"Jangan kebanyakan berkhayal ! Ia diciptakan bukan untukmu..."
Langit biru tertutupi mega putih yang terhampar bagai kerudung
bidadari. Kesadaran terbangun dan menyelipkan rindu di balik lumuran
tetes embun kesedihan yang mengaliri tanah hatiku yang dipenuhi jejak
kenangannya. Sesaat kemudian ku pandangi lentik sinar matahari pagi, dan
tiba-tiba diriku merasakan kesedihanku melayang dan memudar di
cakrawala keheningannya...
Bayanganmu tertinggal di belakang percepatan gerak gairah hidupku, suatu ketika aku kan datang menjemputmu bersama cinta yang memandu tekadku untuk menggapai masa depanku. Maka terbanglah bebas sesuka hatimu, dan cinta akan menjadi pelindungmu manakala engkau terjatuh. Terbanglah, biarkan ku titipkan sejenak rinduku padamu pada kuncup-kuncup bunga yang memerah, sampai engkau kelak kembali setelah melihat keindahannya...(SHE).
Bandung, 27 Agustus 2016.
Bayanganmu tertinggal di belakang percepatan gerak gairah hidupku, suatu ketika aku kan datang menjemputmu bersama cinta yang memandu tekadku untuk menggapai masa depanku. Maka terbanglah bebas sesuka hatimu, dan cinta akan menjadi pelindungmu manakala engkau terjatuh. Terbanglah, biarkan ku titipkan sejenak rinduku padamu pada kuncup-kuncup bunga yang memerah, sampai engkau kelak kembali setelah melihat keindahannya...(SHE).
Bandung, 27 Agustus 2016.
Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:
Post a Comment