Apabila cinta sudah mendiami lubuk hatimu, maka bertakbirlah atas keagungan-Nya. Jangan pernah merasa sendiri dan takut melewati perjalanan untuk sampai pada Samudera-Nya. Kejernihan pikiranmu adalah tetes air-Nya, kebeningan jiwamu adalah pancaran kasih-Nya, bersujudlah dan derajat kemanusiaanmu akan dibangkitkan !...
Tahun-tahun penuh amarah dan air mata telah kita lalui, mari saling berbincang dengan bahasa hati, dan jangan saling menatap kecuali dengan pandangan kasih sayang. Hapuslah debu masa lalu di wajah usia kiniku dengan tangan permaafanmu, dan izinkan tangan harapanku menuntun bayangan dirimu ke rumah masa depan yang tersucikan...
Jika kemungkaran menjadi badai di pantai masa muda, mengapa tidak kita jadikan doa munajat sebagai angin penyejuk yang membawa jiwa kita pada kedamaian ampunan-Nya? Samudera tidak hanya melecutkan gelombang dahsyat yang memporak porandakan daratan, tetapi juga menjadi sumber tempat mata pencaharian bagi mereka yang ingin terpenuhi kebutuhan kehidupannya. Mengapa tidak kita pandang Ia sebagai penolong?...
Maka mari saling menautkan tangan, biarkan nafsu dan cinta berperang di medan petarungannya. Sekali kita bertekad hidup bersama cinta, kesadaran akan menjadi lentera yang menerangi pengembaraan batin kita untuk sampai kepada Samudera-Nya, yang jernih, sejuk dan memberkati...
Bandung, 18 Juli 2016.
Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:
Post a Comment