Thursday, 15 September 2016

PASRAH BERSAMA-NYA




Aku sedang menari didekat tungku api keabadian-Nya, jangan kau memintaku untuk mengatakan sesuatu disaat mataku terpejam dan jiwaku tengah merengkuh jiwa-Nya. Kau bertanya mengapa aku tidak terbakar, bukankah Ia Matahari? Dan Kebenaran memberikan jawaban padamu tanpa ucapan, bahwa cinta adalah kepasrahan.

Maka persingkatlah kata-kata pada sesamamu, perbanyaklah berdialog dengan-Nya di batinmu tanpa diketahui oleh selain diri-Nya. Jangan kau berharap lebih banyak pada-Nya, sebab manakala jiwamu sudah menyatu dengan-Nya sesungguhnya kau sudah seperti berada di surga. Tiada apapun yang dapat diperbandingkan dengan kedamaian bersama-Nya.

Mereka berlari-lari mengejar pelangi, namun mereka lupa Matahari di jiwanya dapat memendarkan berjuta cahaya yang lebih indah jika saja mereka memasrahkan kehidupannya pada-Nya. Apa yang mereka lihat akan diperindah-Nya, apa yang mereka rasakan akan dinikmatkan-Nya, karena Ia sebaik-baik pemberi keindahan dan kenikmatan.

Duhai Engkau Matahari, selimut ketersendirianku telah mengering, maka ku lepaskan ! Aku tak lagi sendirian dalam keterasingan, ada Engkau yang membimbing dan melindungiku dalam mencapai kesejatian. Izinkan ku tulis syair-syairku untuk-Mu di daun hatiku yang bergetar, dan biarkan hembusan angin pagi menerbangkannya ke cakrawala.

Aku mencintai-Mu dengan segenap jiwaku, kerdilkanlah dunia se isinya di depan mataku hingga ku tetap melihat-Mu sebagai Yang Maha Paripurna...(SHE).

No comments:

Post a Comment