Yang telah pergi suatu ketika akan dipertemukannya padamu kembali di Taman Kekal-Nya, taburkan bunga-bunga doa terindah padanya bersamaku, dan kembalilah tatap dunia dengan ceriah nan penuh cinta.
Kematian bagi para pecinta Tuhan adalah lompatan perjumpaan teranggun yang ditentukan-Nya, berhentilah bersedih dan tataplah Wajah-Nya betapa Ia selalu setia membimbing dan melindungimu hingga kau merasakan kehangatan Kasih-Nya.
Kemari, lebih dekatlah denganku dan biarkan ku hapus air mata di sudut pipimu. Ini tasbih yang ku rajut dari butiran-butiran benih cintaku, pegang dan putarlah di kesunyian hari-harimu yang dirundung nestapa. Pandanglah aku sebagai sahabat perjalanan spiritualmu menuju Cinta-Nya.
Bumi berputar cepat di garis orbitnya, gelombang air laut menghempas mengikuti titah-Nya, tak ada yang dapat menghindar dari ketentuan-Nya, mengapa harus menyesali semua yang sudah dan akan terjadi? Mari saling menunduk dan mengangkat kedua telapak tangan kita.
Dalam semangat Mahabbah jiwaku digiring-Nya menuju taman sari keelokan wajah dan budi pekertimu, jika kemunkaran pikiran dan gerak tubuhku menciderai dirimu, rasa penyesalan akan merajam jiwaku dari waktu ke waktu. Maka mari berbicara dalam hening dan biarkan Ia mempertemukan cinta kita di tengah keindahan bintang-bintang malam...
Bandung, 14 Juni 2016.
TASBIH CINTA
Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:
Post a Comment