PESONA CINTA
Ku sambut kehadiranmu di ruang jiwaku, cinta. Duduklah di sampingku, dan ulurkan sejenak kelembutan tangan jiwamu, agar di tengah cahaya siang bibir jiwaku mengecupnya dengan getar hatiku yang berbunga-bunga.
Dunia sedang terbakar oleh api kebencian dan syakwasangka, namun cinta yang kita tanam pasti akan segera tumbuh mekar di atas puing-puing kehancurannya. Mari kita jaga dan lindungi tunas-tunas kepedulian yang masih terpelihara di nuraninya kemanusiaan.
Politik dan agama sudah dinodai para penyembah berhala kecongkakan dirinya. Kesucian hati sudah diselimuti dengan nalar-nalar sempit mereka yang tak bersedia berbenah diri. Hukum tak lagi ada bagi perindu keadilan, melainkan bersembunyi di megahnya kekuasaan dan kekayaan.
Duduklah lebih dekat denganku, mari kita saksikan bunga-bunga cinta kita bertarung dengan benalu-benalu keculasan hidup yang mencengkeram tangkai pendirian jiwa kita, yang menjulurkan ranting harapannya ke Dia yang ada di seluruh penjuruh arah.
Kesederhanaan hidup itu cepat atau lambat akan menuntun jiwa kita pada indahnya telaga kesadaran. Dan cinta kita akan berendam di dalamnya hingga kita keluar menjadi manusia yang selalu merasa cukup meski hanya dengan menikmati kesegaran udara Kasih Sayang-Nya.
Keringat-keringat perjuangan kita untuk kaum lemah, tak kan pernah dapat melelahkan jiwa kita sebagai penerima amanat dari Keabadian, dan pesona cinta kita akan memunculkan tunas-tunas keceriaan. Aku hidup dan berpuisi di tengah Taman Sari hatimu, dan engkau duduk manis tak lagi di sampingku tapi di pangkuanku.
Cinta menjadi penenang dan penyemangat hidup dan kehidupan kita. Harapan menjadi senandung lagu yang mengiringi kesepian kita. Tawa akan menjelma menjadi kicau burung-burung camar yang terbang di udara. Tangis akan menautkan jiwa kita dengan kemurahan hati Tuhan. Cinta adalah angerah hidup yang teramat berharga !...(SHE).
Bandung, 25 Juli 2016.
Karya: Saiful Huda Ems (SHE).
Ku sambut kehadiranmu di ruang jiwaku, cinta. Duduklah di sampingku, dan ulurkan sejenak kelembutan tangan jiwamu, agar di tengah cahaya siang bibir jiwaku mengecupnya dengan getar hatiku yang berbunga-bunga.
Dunia sedang terbakar oleh api kebencian dan syakwasangka, namun cinta yang kita tanam pasti akan segera tumbuh mekar di atas puing-puing kehancurannya. Mari kita jaga dan lindungi tunas-tunas kepedulian yang masih terpelihara di nuraninya kemanusiaan.
Politik dan agama sudah dinodai para penyembah berhala kecongkakan dirinya. Kesucian hati sudah diselimuti dengan nalar-nalar sempit mereka yang tak bersedia berbenah diri. Hukum tak lagi ada bagi perindu keadilan, melainkan bersembunyi di megahnya kekuasaan dan kekayaan.
Duduklah lebih dekat denganku, mari kita saksikan bunga-bunga cinta kita bertarung dengan benalu-benalu keculasan hidup yang mencengkeram tangkai pendirian jiwa kita, yang menjulurkan ranting harapannya ke Dia yang ada di seluruh penjuruh arah.
Kesederhanaan hidup itu cepat atau lambat akan menuntun jiwa kita pada indahnya telaga kesadaran. Dan cinta kita akan berendam di dalamnya hingga kita keluar menjadi manusia yang selalu merasa cukup meski hanya dengan menikmati kesegaran udara Kasih Sayang-Nya.
Keringat-keringat perjuangan kita untuk kaum lemah, tak kan pernah dapat melelahkan jiwa kita sebagai penerima amanat dari Keabadian, dan pesona cinta kita akan memunculkan tunas-tunas keceriaan. Aku hidup dan berpuisi di tengah Taman Sari hatimu, dan engkau duduk manis tak lagi di sampingku tapi di pangkuanku.
Cinta menjadi penenang dan penyemangat hidup dan kehidupan kita. Harapan menjadi senandung lagu yang mengiringi kesepian kita. Tawa akan menjelma menjadi kicau burung-burung camar yang terbang di udara. Tangis akan menautkan jiwa kita dengan kemurahan hati Tuhan. Cinta adalah angerah hidup yang teramat berharga !...(SHE).
Bandung, 25 Juli 2016.
Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:
Post a Comment