Wednesday, 7 September 2016

ANUGERAH KEABADIAN


Setiap kesulitan dan kemudahan, penderitaan dan kebahagiaan akan berakhir atau bergulir sebagaimana malam dan siang, musim kemarau dan musim hujan. Mari kita nyalakan api di tengah kegelapan, dan menulis syair untuk kita jadikan bait-bait lagu yang dapat kita nyanyikan di tengah keramaian ataupun kesunyian. Kehidupan yang dianugerahkan-Nya untuk kita harus kita lalui dengan ketenangan, kesabaran dan kebahagiaan. Menghadirkan-Nya melalui tarian dan lagu pujian, akan melesatkan jiwa kita ke singgasana keindahan-Nya.

Buruk ataupun megahnya kehidupan ada dan dibangun oleh hatimu, bila jiwamu cemerlang kehidupan akan nampak elok oleh pandangan batinmu. Lalu mengapa tidak kita rapihkan jiwa kita, meski acapkali kaki jiwa kita tersandung batu-batu ujian yang tak dapat kita enyahkan atau hindari? Kita semua bukanlah manusia yang disucikan-Nya, sebab kita bukan nabi ataupun rasul yang mendapatkan wahyu dan dijaga-Nya dari perbuatan dosa. Namun dengan kekurangan dan kelebihan, dengan nafsu dan kesadaran kita tetaplah dipercayai-Nya untuk meraih Cinta-Nya, mengapa kita tidak selalu mencoba untuk bangkit lagi dan lagi dari kejatuhan spiritual?

Celaka, sungguh celaka mereka yang mengangkat dunia kecil tinggi-tinggi sebagai lambang kesuksesan hidupnya, sedangkan mereka melupakan Dunia Besar di sebrang yang lebih kekal dan menyuguhkan segalanya untuknya. Cinta mengajari kita untuk menjadi pelompat terjauh menuju Dunia Besar di sebrang, maka mari kita jaga keseimbangan selama berlatih di dunia kecil ini. Keringat usaha kita adalah tanda kesadaran kita sebagai hamba yang mengikuti bimbingan pelatihan, jangan pernah merintih kesakitan dalam menempuh ujian pelatihan, sebab bila sudah tiba saatnya Keabadian akan memberimu anugerah yang tak dapat dihentikan kebahagiaannya oleh perputaran masa...

Bandung, 23 Juli 2016.

ANUGERAH KEABADIAN

Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:

Post a Comment