Sunday, 18 September 2016

KEHORMATAN MANUSIA




Dari setetes air mani kita menjadi manusia, lalu kita hidup bersuku-suku bangsa dan berusaha untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya.
Kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai bahasa sampai kemudian kita mendapatkan pengetahuan yang kita butuhkan untuk melewati proses kehidupan.
Aku mengenalmu dengan nama Ismanda, Simin, Joko, Putin, Ahok, Nissa dll.nya. Dan kalian mengenalku dengan nama Saiful.

Kalian membaca buku "Republik" Plato, "Mein Kampf" Hitler, "Sabda Zarathustra" Nietzsche, "Ikhya' Ulumuddin" Al-Ghazali, "Al Hikam" Ibnu Atho'illah dan aku membaca buku "Sejarah Tuhan" Karen Amstrong, "Das Kapital" Marx, "Sejarah Hidup Muhammad" Haikal, dll.nya.
Kita kemudian berdiskusi, saling menambah wawasan hingga kita mempunyai visi dalam hidup yang semestinya kita pergunakan untuk memajukan peradaban ummat manusia.

Maka kemarilah sahabat-sahabat kehidupanku, duduklah setikar bersamaku dan tetapkan tekadmu untuk menyalakan lentera-lentera pencerahan bersamaku, agar kehidupan kita tak lagi gelap gulita.
Jangan saling mengolok ataupun mencerca, karena hakikatnya kita semua manusia mempunyai kedudukan yang sama di hadapan Maha Pencipta.

Kita hidup dengan sehat, makan, minum dan istirahat dengan teratur, mempunyai ilmu pengetahuan dan kesadaran bukanlah karena usaha atau jerih payah kita, melainkan karena kehendak-Nya.

Kemarilah, duduklah dengan tenang satu tikar bersamaku, sahabat-sahabat kehidupanku, mari kita saling ingat mengingatkan tanpa ada pemaksaan.

Kebijaksanaan adalah Sifat Tuhan yang ditebarkan-Nya pada jiwa-jiwa yang diberkati. Jangan membusungkan dada dan meninggikan suara di atas suara Nabi jika kalian ingin mencapai Yang Sejati.

Pelan tapi pasti usia kita sudah melaju menuju garbang kematian dengan atau tanpa kita perhatikan. Persiapkan segalanya agar kita kelak tak tersiksa di alam kesunyian. Kebaikanmu akan membantu menyelamatkanmu, sedangkan kerak hitam di dinding hatimu akan menjadi saksi yang memberatkan dari kejahatan lidah, batin dan sikapmu. Mari kita bersihkan selama kita masih dapat berjalan menuju kematian...

Sahabat-sahabat sebangsa dan seduniamu adalah sarana bagimu untuk memahami siapa dirimu dan Tuhanmu. Perlakukan mereka semua dengan penuh hormat agar tak ada celah bagi mereka untuk menistakanmu.

Sesungguhnya tinggi dan rendahnya derajat kehormatan manusia dapat diukur dari perlakuannya terhadap sesama manusia, Tuhan dan alam semesta...(SHE).

No comments:

Post a Comment