Aku melarikan diri dari panasnya roh dan menghindari hati yang kerap menyekap jiwaku yang selalu berusaha mendekap-Nya. Karena itu jiwaku tiada pernah lagi merasa sakit apabila dihina, dan tak pernah merasa tersanjung apabila dipuja.
Pelarian ini adalah pelarian terindah bagiku yang tak kan dapat dirasakan oleh mereka yang selama ini memutar balikkan firman-firman suci-Nya, demi menggelumbangkan syahwat berkuasa dan segala macam kelezatan duniawinya.
Di setiap penjuru arah yang ku lihat, aku hanya melihat Diri-Nya. Sesuatu yang kadang sangat susah didekati oleh roh dan hatiku yang liar, dan hanya bisa dilihat dari mata jiwaku yang kerap berlumuran air mata pertobatan.
Ia sangat sempurna, tak bisa ku gambarkan atau ku katakan bahkan meski hanya seucap kata. Seperti semut tak kan mungkin dapat menggambar dan menerangkan tentang langit yang luas membentang, begitulah jiwaku yang selalu terpanah akan kesempurnaan-Nya.
Pikiran-pikiran pandir memuntahkan imajinasinya, dan mengatakan Dia bagai lahar yang menghantam perkampungan para pendosa, namun kesaksian jiwaku mengatakan Dia tak seperti itu. Dia Maha Lembut hingga tak teraba, dan tak tergambarakan seperti kita mau menggambarkan udara.
Dia hadir di jiwa para pecinta, di jiwa orang-orang lapar yang pasrah dan memanggil Asma-Nya, hadir di jiwa para anak yatim, janda, pemuda, lansia yang rindu ingin dibimbing dan dilindungi-Nya. Dia hadir di jiwa para fakir miskin maupun orang kaya yang senang berbagi pada sesama dan menyandarkan hidup dan kehidupanya hanya pada-Nya. Sungguh kasih-Nya tak tersekat oleh apapun.
Dia Maha Sempurna, roh dan hatiku kerap tak dapat mendekatinya kecuali sesaat saja. Hanya jiwaku yang dapat mendekati-Nya setelah ku pasrahkan jiwaku tenggelam di Samudera-Nya. Dalam kepasrahan aku meminum banyak air ketika tenggelam, karena itu diriku mati di Samudera Keluasan-Nya. Aku tak melihat lagi siapapun dari kalian, aku hanya menunggu Dia datang dan membawa jiwaku terbang...
Bandung, 28 Mei 2016.
PELARIAN
Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:
Post a Comment