CINTA DAN CIUMAN
Siang yang panas memaksaku untuk melepaskan baju yang melindungi dadaku dari amukan sinar matahari yang ganas mencakar. Tetapi pesona kecantikanmu yang datang membayang di kedua kelopak mataku, seakan telah menjelma menjadi awan berbunga yang menyerupai Mawar Hitam raksasa yang membalik pucat pasihnya langit menjadi teduh. Aku takjub, aku terpesona hingga tanpa terasa tangan jiwaku bergerak bagai angin yang menggetarkan dedaunan di ujung sorot sinar matahari siang.
Dengan perasaan cinta yang tak lazim, aku kemudian mengumpulkan kata-kata mutiara yang mengendap di dasar kalbuku untuk ku persembahkan kepadamu, kekasih yang dipilihkan oleh gairah jiwaku yang selalu termenung dalam sunyi. Dan ketika ciuman khayali itu mendarat tepat di jantung rinduku yang membuncah, taukah engkau bahwa lorong-lorong jiwaku yang semula gelap tak bercahaya kini tiba-tiba menjadi terang menyala, laksana Kota Kehidupan yang memikat hati para pengendara jalanan yang melintasi bebukitan, yang takjub dengan pesona lampu-lampu temaramnya.
Demikianlah, ciuman sang rupawan tak ubahnya adalah anggur kesegaran bagi pecinta yang dimabukkan oleh rindu beratnya. Dan karena ciumanlah jiwa yang semula panas dan gersang akan kembali menemukan hujan inspirasi. Cinta selalu membangkitkan kekuatan, dan ciuman adalah bunga-bunga keceriaan yang akan mempermanis Kebun Kehidupan...(SHE).

No comments:
Post a Comment