Thursday, 15 September 2016

DI LANGIT PENGETAHUAN-NYA



Jangan marahi orang yang berbeda pemikiran, jangan membenci orang yang berbeda haluan, sebab seringkali itu semua terjadi karena ketidak tahuannya, atau sebab beda latar belakang kehidupannya. Pikiran manusia itu berubah-ubah mengikuti perkembangan pengetahuannya, apalagi hati manusia terdapat Dzat Yang Maha Membolak-balikkannya. Sekiranya bukan karena rahmat-Nya tentulah kita selamanya akan dibutakan mata hati kita, hingga kita tiada pernah dapat melihat kebenaran meski kebenaran itu ada tepat di depan mata kita.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seringkali kita dihadapkan dengan berbagai persoalan, yang memaksa kita untuk dapat mengerti dan memahaminya. Kitapun kemudian berkata atau bersikap sesuai dengan yang kita pahami, tetapi kita kadang lupa bahwa orang lain pun kadang mempunyai pemahaman yang berbeda dengan kita. Adalah dia yang bersedia mendengar suara orang lain, lalu menundukkan wajahnya sesaat untuk merenungkan apa yang akan dikatakannya, dialah yang akan selamat dari ketergesa-gesaan dan selamat dari kecerobohan yang menistakan.

Kebijaksanaan bersumber dari pikiran dan hati yang lapang, sedangkan kejahatan berakar dari pikiran dan hati yang sempit. Semakin luas pikiran kita, dan semakin lapang hati kita, jiwa kita akan leluasa terbang ke Langit Pengetahuan-Nya. Cacian, hinaan ataupun pujian tak kan terdengar lagi di telinga jiwa kita yang tengah terbang ke lapisan langit tertinggi. Semuanya menjadi senyap, hening dan yang ada tinggal pujian kita sendiri bagi Kebesaran-Nya...(SHE).

No comments:

Post a Comment