Sepertinya kelompok Ultra Ekstrim Kanan (Gerombolan Takfiri) yang ingin
mendirikan Negara Khilafah telah berusaha merangkul kalangan militer
untuk menghembuskan kembali isu kebangkitan PKI. Dan sepertinya beberapa
petinggi militer atau setidaknya beberapa mantan petinggi milter
terpengaruh oleh hasutan kelompok Ultra Ekstrim Kanan (Gerombolan
Takfiri) ini. Karenanya belakangan kita mendengar
pernyataan berbagai petinggi militer yang sangat gencar memberikan
pernyataan tentang perlunya mewaspadai gerakan kebangkitan PKI.
Merekapun kemudian seolah mengabaikan kenyataan, bahwa sesungguhnya ada gerakan dari kelompok ekstrim kanan yang membahayakan persatuan dan kesatuan kita, juga membahayakan eksistensi Pancasila sebagai Dasar Negara kita, serta UUD 1945 sebagai Konstitusi Indonesia. Jika militer terus terprovokasi oleh mereka, maka gerakan mereka (Gerombolan Takfiri) akan leluasa bergerak tanpa pantauan serius dari TNI dan Polri, karena TNI dan Polri lebih serius dan fokus memantau gerakan Komunisme Indonesia yang sebenarnya sudah sangat lemah, bahkan nyaris mati dan yang tinggal hanya romantisme sejarah perjuangan mereka ketika PKI hampir pernah berkuasa di Indonesia.
PKI jika sekarang ini masih ada, sebenarnya hanyalah sedikit anak muda yang merasa gerah melihat masyarakatnya selalu ribut saja dari hari ke hari. Atau mungkin ada juga simpatisan PKI yang merasa ke GR an, bahwa Ibu Pertiwi Tengah Hamil Tua. Karena itu mereka ada yang ingin mencoba-coba menawarkan kembali ideologi komunis, yang barangkali Rakyat Indonesia mau menerimanya. Pada mereka itu saya pikir kita tak perlu serius menanggapinya, karena bangsa ini sudah terlalu lama menghukum mereka. Sadarilah, jangan sampai kita menjadi umat yang melampaui batas sebab itu adalah termasuk perbuatan dosa. Demikian. Wassalam...(SHE).
Saiful Huda Ems (SHE).
Merekapun kemudian seolah mengabaikan kenyataan, bahwa sesungguhnya ada gerakan dari kelompok ekstrim kanan yang membahayakan persatuan dan kesatuan kita, juga membahayakan eksistensi Pancasila sebagai Dasar Negara kita, serta UUD 1945 sebagai Konstitusi Indonesia. Jika militer terus terprovokasi oleh mereka, maka gerakan mereka (Gerombolan Takfiri) akan leluasa bergerak tanpa pantauan serius dari TNI dan Polri, karena TNI dan Polri lebih serius dan fokus memantau gerakan Komunisme Indonesia yang sebenarnya sudah sangat lemah, bahkan nyaris mati dan yang tinggal hanya romantisme sejarah perjuangan mereka ketika PKI hampir pernah berkuasa di Indonesia.
PKI jika sekarang ini masih ada, sebenarnya hanyalah sedikit anak muda yang merasa gerah melihat masyarakatnya selalu ribut saja dari hari ke hari. Atau mungkin ada juga simpatisan PKI yang merasa ke GR an, bahwa Ibu Pertiwi Tengah Hamil Tua. Karena itu mereka ada yang ingin mencoba-coba menawarkan kembali ideologi komunis, yang barangkali Rakyat Indonesia mau menerimanya. Pada mereka itu saya pikir kita tak perlu serius menanggapinya, karena bangsa ini sudah terlalu lama menghukum mereka. Sadarilah, jangan sampai kita menjadi umat yang melampaui batas sebab itu adalah termasuk perbuatan dosa. Demikian. Wassalam...(SHE).
Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:
Post a Comment