Wednesday, 14 September 2016

BERJALAN DI SURGA



Hanya dengan isyarat-isyarat yang ku lemparkan ke udara, aku berharap indera cintamu dapat menyaksikan betapa diriku tersiksa dan menenggelamkan diri dalam rintihan-rintihan magis, bukan karena semata aku telah kehilanganmu. Tetapi karena penyesalanku, yang tak dapat membawamu menuju Telaga Biru dimana mata air kejernihan cintaku terus menyembur menyucikan imajinasiku terhadapmu.

Engkau kekasih sejati yang dipilihkan kehidupan untuk merias jalanan pengembaraan batinku, manakala diriku telah menciderai harapan-harapan baikmu, disaat itulah aku merasa diriku terus disiksa oleh penyesalan-penyesalanku. Aku mendengar...aku mendengarkan apa yang tak kau ucapkan. Aku merasa...aku merasakan apa yang tak kau ungkapkan. Karena jiwaku lebih dekat denganmu dari apa yang ada di sekelilingmu.

Maka tetaplah diam di tempat, tutup semua celah yang dapat membuat mata telanjangku melihatmu disana. Sebab melihatmu dengan hati akan jauh lebih indah dan mendekatkan jiwa kita pada Keluhuran Hakiki. Biarlah ku titipkan rinduku pada langit, agar angin malam meraba wajahmu untukku. Biarlah hasrat pertemuan ku pendam di dasar lembah pegunungan, agar burung-burung gunung menyuarakan bahasa jiwaku kepadamu.

Aku memujamu dalam heningku, dan mengasihimu dengan doaku. Aku memuliakanmu dengan kesabaran, dan menjagamu dengan ketabahan. Sekiranya cinta tak dapat menyandingkan diri kita selamanya, ku ingin di suatu masa kisah cinta kita menjadi bacaan para penghuni surga. Aku dan engkau akan berjalan bersama memandang mereka dengan penuh senyuman, lalu kita kembali pulang untuk bercengkerama dengan Tuhan. Mungkinkah?...(SHE).

Bandung, 24 Juli 2016.

BERJALAN DI SURGA

Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:

Post a Comment