Wednesday, 14 September 2016

KELANA MASA MUDA



Pagi yang sejuk, sinar matahari keperakan menyepuh dinding-dinding rumah dan dedaunan pepohonan. Burung-burung berterbangan dari pucuk ke pucuk tanaman di sekeliling rumah, membawa kegembiraan hatiku pada suasana bebukitan hijau yang menunjukkan dadanya ke mata langit.

Bumi Parahyangan, di tempat ini masa mudaku berkelana, menyapa satu persatu manusianya untuk memperlebar jaringan persahabatan dan persaudaraan. Keluh kesah dan kebahagiaan mengiringi petualangan batinku, seperti awan hitam dan mega putih yang selalu menyertai pergerakan bumi. Akankah tempat ini menjadi tempat akhir pengembaraan hidupku?

Semua manusia adalah penyair, dan riwayat kehidupannya adalah bait-bait syair yang ditulis oleh jiwanya yang bergetar di hadapan Kewibawaan Tuhan. Mereka mempuisikannya tatkala tersenyum ataupun menangis, dan Alam mendengarnya melalui kesunyian yang senyap, meski pikiran manusia acapkali tertutupi kabut yang berjelaga...(SHE).

Bandung, 2 Agustus 2016.

KELANA MASA MUDA

Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:

Post a Comment