Thursday, 15 September 2016

CINTA DAN NAFSU




Cinta mengajariku untuk menghormati nilai kemanusianmu dan menempatkanmu dalam hatiku sebagaimana kekasih yang menemani pengembaraan spiritualku. Sedangkan nafsu menggerakkan hasratku untuk mendekatimu dengan segenap rasa yang menggelora di dada, hingga diriku benar-benar merasa sebagai manusia yang berhak mencinta dan dicinta...

Cinta dan nafsu bekerja seirama mengikuti kodratnya, jika salah satu dari keduanya tak ada, niscaya akan hilanglah keseimbangan jiwa kita sebagai layaknya manusia yang dilengkapi keduanya. Cinta adalah angin dingin yang berhembus, sedangkan nafsu adalah lidah api yang menghangatkan, dari keduanya jiwa menyala dan kehidupan menjadi semarak, tak lagi beku dalam senyapnya...

Nafsu dicipta untuk menguji seberapa gigih kita mengendalikan keliarannya dengan cinta, bila nafsu meraja hingga menguasai alam ruh tempat jiwa kita berkhidmat pada Yang Maha Sempurna, maka akan semakin tertuplah tabir Kebijaksanaan-Nya. Kita akan tersesat jauh dalam kegelapan, dan meronta-ronta kesakitan seperti jiwa yang kelaparan dari berkah kasih sayang Tuhan.

Aku adalah seperti yang engkau pikirkan, sebagaimana Keabadian berfirman dengan bahasa-Nya yang sangat menawan. Tetapi karena aku masih sebagai pertapa jalanan dan bukan Dia yang Sang Pemberi Anugerah, segala kata yang tercetus dari pikiran dan hatiku tak bisa engkau jadikan pegangan. Aku adalah pendaki puncak Kearifan-Nya, iringi perjalananku dengan doa terindahmu agar aku tak terjatuh...

Berpuluh-puluh tahun ku minum anggur yang ku dapat dari perjalanan masa kecil, remaja hingga masa muda. Jiwaku kerap dimabukkan oleh manis dan pahitnya kehidupan sampai ku hanya dapat melihat Kebenaran secara samar. Bayangan-Nya sungguh dekat, sangat dekat denganku, namun apa artinya kedekatan jika yang ku lihat hanya bayangan? Maka tinggallah sejenak dalam jiwaku, dan mari kita melihat Diri-Nya yang sesungguhnya melalui tatapan mata hati kita yang mengharap pencerahan-Nya...(SHE).

Bandung, 18 Juni 2016.

CINTA DAN NAFSU

Karya: Saiful Huda Ems (SHE).

No comments:

Post a Comment