Thursday, 22 September 2016

JALAN MENUJU KEHORMATAN





JALAN MENUJU KEHORMATAN

Dialah kenangan terindah yang dianugerahkan oleh kehidupan ketika jiwaku kerap bercakap-cakap dengan senja yang membisikkan rintihan-rintihan manisnya. Dan dialah awal dari gerak jiwaku untuk menulis hikayat cinta, dimana nafsu angkara dan kesadaran bertarung tanpa jeda dalam hatiku yang berdiam kebesaran cintaku padanya.

Penderitaan dan kebahagiaanya adalah laksana irama musik yang mengiringi penulisan karya-karyaku, dan rasa kasih sayangnya yang tinggi membuatku menemukan pencerahan baru yang menjernihkan tekad penulisan yang didorong oleh rasa cinta dalam jiwaku.

Pada dinding tinggi yang memisahkan jarak ragaku dengan raganya ku lukis setiap saat wajahnya dengan air mata dan keringat pengorbananku padanya, yang kemudian ku lebur bersama Tulip Merah hingga menjadi warna yang indah. Dan di bawahnya ku cantumkan bait-bait syair kerinduanku yang dalam untuk kembali meraba wajahnya.

Ia adalah semilir angin yang menidurkan kegundahan batinku dengan halusnya, gemercik rintik-rintik hujan yang menyegarkan taman jiwaku dengan kata-kata lembutnya, sinar mentari yang menghangatkan dingin jiwaku dengan kerling matanya yang bercahaya.

Aku sangat mencintainya dan berharap selalu mendaki puncak kehidupan bersamanya, akan tetapi manakala ku lihat cakrawala pengetahuan cinta menitikkan air mata keprihatinannya, ku urungkan semuanya dan kemudian ku pilih kesabaran sebagai satu-satunya jalan menuju kehormatan...(SHE).

No comments:

Post a Comment