Sunday, 18 September 2016

SEBUAH BAYANGAN




Pertempuran sengit antara kebenaran melawan kebatilan terjadi di Suriah. Para perusuh agama yang dilindungi Arab Saudi, Israel dan Negara-Negara Barat mulai terdesak, dan sebagian mati dengan kebiadabannya sendiri digempur pesawat-pesawat tempur Pasukan Rusia dan serangan darat Syrian Armed Forces (SAF), serta National Defence Forces (NDF).

Sementara itu di perbatasan Negara Republik Islam Iran aku melihat ada bayangan Simin Haidari disana dengan senjata yang menyerupai Senjata AK-47 ditangannya. Wajahnya yang cantik ia tutupi sebagian dengan jilbab warna hitam dan kepalanya diikat kain warna hijau dengan bertuliskan Laskar Al-Husein dengan huruf Arab, hingga ia benar-benar semakin terlihat sebagai Mujahidah Iran yang tengah siap berperang.

Saat ia letih setelah berjam-jam bertarung dengan sengat matahari, ia mulai istirahat dan duduk di bawah sebuah panser baja yang kokoh. Ia kemudian menulis namaku diatas pasir gurun dengan sebilah pisau yang melilit di pinggangnya, namun kemudian ia merasa belum puas hingga ia mengambil secarik kertas di dalam tenda tentara dan menulis beberapa kalimat yang ia tujukan untukku:

"Saiful sahabat jiwaku yang tercinta. Aku tengah bersiap untuk maju ke medan perang di Suriah dengan menyamar sebagai petugas medis untuk mengobati tentara yang terluka. Jika peperangan ini benar-benar melibatkan kami dan aku gugur disana, aku berharap engkau kelak bersedia mengunjungi tempat pemakamanku. Aku ingin engkau berdoa untukku di atas pusaraku dan mempuisikan syahidku sebagai kenangan berharga bagi cinta yang hidup dalam ruh kita.
 Aku berharap tiada setetespun air mata keluar dari matamu, karena tetesan air matamu hanya akan membuatku bersedih di alam kematian.

Sebaliknya, jika nanti aku selamat aku akan tetap memanggilmu ke Iran. Aku akan mengajakmu berziarah ke makam Sayyidina Al-Husein di Karbala Irak. Maafkan atas seluruh khilafku, dan semoga kita semua diselamatkan dari tipu daya dunia yang fana.
Wassalam...
Simin Haidari Sahabat Jiwamu dari Iran"...(SHE).

No comments:

Post a Comment